Sabtu, 12 Rajab 1444 H / 4 Februari 2023

Kemilau di Balik Senja

Senja memang selalu memberi kesan yang hangat, tak jarang para insan memanfaatkan waktu senja tuk sekadar berharap kelegaan telah menguasai relung hatinya atas segala ketidakberdayaan sebagai makhluk. Senja kali ini pun sama seperti senja-senja sebelumnya. Namun ada saja yang mengganjal di senja kali ini. Susah tuk melepas kepergiannya, berharap kedatangan malam tak semakin menambah hilangnya kemilau yang telah sang surya hadirkan di siang hari. Di “pagi yang cerah” saat kerudung panjang adalah hal yang haram. Saat putri-putri nan sholehah menyandang tas pemikul wajah peradaban bangsa. Saat pilihan bukan lagi menjadi pilihan karena hanya ada sebuah keterpaksaan, berhenti atas permintaan sendiri atau diberhentikan karena tidak mematuihi peraturan sekolah. Sebuah kalimat indah dari syaikhut tarbiyah menyatakan bahwa bila ini adalah sebagian dari indikator kebangkitan, lihatlah 5 tahun ke depan, dari setiap gang Jakarta dan seantero Indonesia akan berhamburan ukhti-ukhti yang anggun, cerdas dan berdaya dengan jilbab kebangkitan. Dan itu bukan ansich kebangkitan kaum perempuan, melainkan kelahiran sebuah generasi. Ya benar adanya, menjelang cerahnya mentari, jilbab pun tiada lagi mengundang keraguan, hingga pasar tanah abang pun menjadi sorotan ibu-ibu tuk sekadar membeli tidak hanya sehelai namun berpuluh-puluh helai kain panjang yang akan menutup mahkota terindah perempuan.

Entah sadar atau tidak, konspirasi atau tidak, saat matahari mulai meredup, keanggunan tanpa polesan apapun ditimpuki oleh keberagaman ide kreatif yang katanya tuk jadikan perempuan muslim pede dengan jilbabnya.  Pede atau tidak, toh jilbab ini bagi insan yang sadar tak sekadar penutup rambut dan mempercantik diri. Maka, jika qolbu berbicara, ia tak kan sekadar sehari dua hari namun akan bertahan hingga tanah mengubur segala cita-cita duniawi.

Yang kalian perlukan bukanlah royalti sebuah perjuangan, karena itu telah disiapkan Allah, tersimpan rapih dalam khazanah kebajikan untuk saat kembali kepada Nya atau telah kalian nikmati tanpa sadar di dunia ini.  Sebuah pengingatan, bahwa cita-cita kaum ibu di masa dahulu yang hingga tak bisa meneteskan air mata karena terlanjur menikmati keelokan dan keMahaKuasaan Nya menciptakan rupa insan bernama perempuan dengan segala ujian dan duri yang sering menusuki kain lusuhnya.

“senja peradaban” yang berlalu akan menghadirkan kemilau kemuliaan perempuan

serta kejayaan Islam pun terkobarkan lewat selembar kain penutup penanda keimanan.

– Ryan Muthiara Wasti <ryan_muthia[email protected]> –

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Rekomendasi

Tentang Bisnis Properti

Selasa, 12/05/2009 14:20

Berkaca dari Struktur DNA Kita

Jumat, 07/12/2012 07:29

Yang Dekat, Yang Terlewat

Kamis, 07/07/2011 14:43

Pusar Mengeluarkan Cairan

Sabtu, 17/01/2009 10:10

Berdakwah,Siap?

Rabu, 17/12/2008 13:14

Fit and Proper Test

Senin, 02/02/2009 16:57

Baca Juga

Aisyah, Ummul Mukminin (2)

Jumat, 30/11/2012 05:57

Hijab Adalah Pelindungmu

Senin, 26/11/2012 17:54

Jihad Para Ibu Dalam Pandangan Islam

Jumat, 10/08/2012 14:24

Muslimah Lainnya

Trending