Jum'at, 11 Rajab 1444 H / 3 Februari 2023

Latihan Yang Keliru

kucingSeorang remaja putri datang ke apotek malam itu menyerahkan selembar resep.

Ketika kubaca resep itu tertera nama seekor kucing.

“Kucingmu kenapa? tanyaku.
“Kucingku sakit bu”, jawabnya dengan nada sedikit manja.
“Sakit apa?” tanyaku kembali dengan meniru gaya bicaranya. Ha ha iseng saja.
“Gak tahu bu, tapi badannya panas sama batuk-batuk  gitu deh”, jawabnya masih dengan gaya yang sama.
“Di antar pacarmu?”
“Iya, yang ngasih juga dia, lucu banget kucingnya”.

Masya Allah, anak-anak remaja sekarang, ada ada saja cara berpacarannya.

So sweet-kah?
Menurut saya sih nggak banget deh. Apa mereka berpikir mengurus kucing itu seakan-akan mereka belajar mengurus anak mereka kelak?

Mungkin diriku memang berpikir terlalu jauh tetapi banyak orang tua sekarang ini begitu permisif terhadap aktivitas anak anak mereka terutama gaya mereka berpacaran.

Bagaimana jadinya jika mereka terbiasa melakukan sesuatu bsrdua yang kegiatan itu merupakan prototype kegiatan suami-istri semisal memeriksakan berdua kucing itu tadi? Atau saling menyapa mama papa, ayah bunda atau yang aku lebih geleng-geleng lagi si gadis mencum tangan pacarnya ketika akan berpisah.

Ketika tingkah laku, sapaan dan acara sudah seperti sepasang suami istri meski mereka belum menikah bukankah ini membawa pada kedekatan lebih jauh lagi bagaikan suami istri padahal mereka belum menikah, sekali lagi belum menikah.

Lalu apa untungnya mereka melakukan itu?  Tidak ada pahalanya .Bukankah lebih baik jika masing-masing remaja itu menempa diri mereka dengan pengetahuan, ketrampilan dan ilmu yang bermanfaat dan dengan cara yang benar sehingga ketika Allah takdirkan mereka untuk menikah, siap untuk bertanggung jawab dan mengerti akan hak dan kewajibannya?

Sehingga kelak jika mereka punya anak, mereka tahu bagaimana bersikap sebagaimana menjafi orang tua dan bukan hanya jadi orang tua karena lahir lebih dulu dari anaknya..

Latihan yang keliru tidak akan menghasilkan hasil yang baik, jika itu dilakukan dalam kehidupan akan teramat besar resiko yang akan ditanggungnya.

Diatri Ratih Rahayu, S.si,Apt

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Baca Juga

I am Muslimah, And Very Happy !

Sabtu, 14/09/2013 15:26

Ibuku Seorang Murabbi

Jumat, 13/09/2013 13:14

Muslimah Lainnya

Trending