Senin, 7 Rabiul Akhir 1440 H / 17 Desember 2018

Hersubeno Arief: “Bunuh Diri” Jurnalisme Harian Kompas

Redaksi – Rabu, 25 Rabiul Awwal 1440 H / 5 Desember 2018 14:00 WIB

Eramuslim.com – “Tugas pers bukanlah untuk menjilat penguasa, tapi mengeritik orang yang sedang berkuasa.” –“P.K.Ojong”

Kutipan statemen tegas dan gagah dari pendiri Harian Umum Kompas itu dalam beberapa hari ini menyebar cepat di media sosial (medsos). Setelah ditelusuri pernyataan lengkapnya berbunyi:

”Secara intituitif setiap orang merasakan bahwa tugas utama pers adalah mengontrol dan kalau perlu mengecam pemerintah. Wartawan jangan sekali-sekali meminta dan menerima fasilitas dari pejabat. Sekali hal itu terjadi, ia tidak bebas lagi menghadapi pejabat itu dalam profesinya. Tugas pers bukanlah untuk menjilat penguasa tapi untuk mengkritik yang sedang berkuasa.”

Pesan dari P.K. Ojong itu sungguh dahsyat. Sebuah kredo yang harus dijunjung tinggi tidak hanya oleh wartawan Kompas, namun semua wartawan di seluruh dunia. Independensi, sikap kritis, fungsi kontrol, menjaga jarak dari kepentingan bisnis dan kekuasaan, membela keadilan, menyuarakan kebenaran adalah “ayat suci” yang harus dijunjung tinggi media, maupun seorang wartawan.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3 4 5 6

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Baca Juga

Analisa Lainnya

Trending