Kamis, 20 Rabiul Awwal 1443 H / 28 Oktober 2021

Pinjol

Redaksi – Kamis, 6 Rabiul Awwal 1443 H / 14 Oktober 2021 06:01 WIB

Pinjol

Ilustrasi Pinjaman Online/Net

Olehwechat sharing button : Agustinus Edy Kristianto*

BARU setahun lalu Presiden Jokowi memuji luar biasa karena nilai pinjol tembus Rp 128,7 triliun. Sekarang dia gusar karena masyarakat tertipu dan terjerat bunga tinggi Pinjol, bahkan ada yang bunuh diri karena tidak tahan ditagih terus oleh debt-collector.

Lalu dalam acara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Virtual Innovation Day 2021 (12/10) dia titahkan macam-macam ke OJK untuk mitigasi risiko, menindak pinjol ilegal, dan sebagainya.

Plus, seperti sudah bisa ditebak, mulailah pencitraan dengan memerintahkan agar plafon KUR tanpa jaminan dinaikkan dari Rp 50 juta menjadi Rp 100 juta yang bisa diambil di BNI, BRI, dan Bank Mandiri. Seperti kaset rusak yang diulang-ulang, lantas keluarlah jargon dia tentang Indonesia bisa jadi raksasa digital.

Saya pikir akan ada solusi cerdas dari dia. Misalnya, Pinjol boleh beroperasi dengan satu syarat: tidak boleh menagih dengan cara apapun!

Mau dibungkus pakai jargon apapun, yang dibicarakan tetap saja utang. Ada utang, ada bunga. Orang utang, pasti ditagih. Kenapa orang berutang, karena perlu uang.

Kenapa memilih Pinjol, karena tidak memenuhi persyaratan bank. Mau Pinjol legal atau ilegal, kalkulatornya tetap ala rentenir. Coba saja Anda cek di website simulasikredit, bunganya +1 persen per hari, belum denda keterlambatan dan lainnya.

Orang pintar nan ahli finansial mengajari tentang literasi dan inklusi keuangan. Itu ada benarnya. Tapi di atas semua itu, tugas negara adalah menata kehidupan masyarakat supaya adil dan sejahtera.

Jangan promosikan utang tapi ciptakanlah kebijakan yang memacu produktivitas: lapangan kerja yang banyak dan layak, pentingnya etika hidup dan kesederhanaan, eling, keadilan akses permodalan, kemudahan berusaha bagi masyarakat kecil.

Dalam hal akses ke lembaga keuangan bagi masyarakat kecil, Presiden mending tutup mulut saja. Negara ini sudah banyak kali berkhianat dan menyakiti rakyat yang juga pembayar pajak.

Triliunan rupiah BLBI disalurkan kepada taipan dengan jaminan hanya personal guarantee. Apa adilnya?

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3 4

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Baca Juga

Kapan NU Mau Kembali ke Khittoh?

Rabu, 13/10/2021 11:40

Rekayasa Jahat untuk Pilpres 2024

Rabu, 13/10/2021 09:25

Analisa Lainnya

Trending