Selasa, 23 Muharram 1441 H / 24 September 2019

Myanmar Rayu Cina dan Rusia Tolak Resolusi DK PBB Soal Rohingya

zahid – Kamis, 14 Zulhijjah 1438 H / 7 September 2017 16:30 WIB

Eramuslim – Pemerintah Myanmar dikabarkan tengah melakukan negosiasi dengan Cina dan Rusia untuk memastikan kedua negara komunis tersebut memblokir setiap resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB mengenai genosia etnis minoritas Muslim Rohingya di Rakhine State.

Penasihat Keamanan Nasional Myanmar Thaung Tun mengatakan, Myanmar mengandalkan Cina dan Rusia, yang merupakan anggota tetap DK PBB dan pemegang hak veto, untuk menghalangi resolusi DK mengenai krisis tersebut.

“Kami sedang bernegosiasi dengan beberapa negara sahabat untuk tidak membawanya ke DK PBB. Cina adalah teman kita, dan kita memiliki hubungan persahabatan yang sama dengan Rusia, sehingga tidak mungkin masalah itu berlanjut,” ucap Thaung, seperti dilansir Sputnik pada hari Rabu (6/9).

Sementara itu, Peraih Nobel, sekaligus pemimpin de-facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, akhirnya memberikan komentar publik pertamanya mengenai nasib minoritas Rohingya.

Suu Kyi mengatakan bahwa pemerintahnya bekerja untuk melindungi hak Rohingya. Hal itu diungkapkannya selama percakapan via telepon dengan Presiden Turki Tayyip Erdogan.

Selama pembicaraan via telepon itu, Suu Kyi juga mengatakan bahwa banyak informasi keliru yang disebarkan untuk mempromosikan kepentingan para teroris. Ia menambahkan, pemerintahnya telah bekerja keras untuk memastikan bahwa terorisme tidak menyebar ke seluruh negara bagian Rakhine.

Celoteh Suu Kyi tersebut sangat bertentangan dengan keterangan Sekjen PBB Antonio Guterres yang menyebut Myanmar diambang genosida etnis Muslim Rohingya. (Esn/Ram)

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

Baca Juga

Berita Lainnya

Trending