Ahad, 5 Rabiul Awwal 1444 H / 2 Oktober 2022

AS, Negara Yang Paling Tidak Aman

Saad Saefullah – Kamis, 26 Rabiul Akhir 1430 H / 23 April 2009 09:30 WIB

Betapa riskannya keamanan di AS. Kita mungkin masih ingat dengan jelas berbagai tragedi berdarah yang dilakukan oleh beberapa warga sipil AS. Mulai dari anak sekolah yang membantai teman-teman sekolah dan gurunya. Sampai peristiwa serupa di gereja atau di jalan dan tempat keramaian lainnya, bukan satu kali dua terjadi di AS.

Dari 100 orang penduduk AS, 90 di antaranya memiliki senjata api, begitu menurut laporan Graduate Institute of International Studies, yang berbasis di Jenewa-Swiss, beberapa waktu lalu. Data statistik ini membuat negara Paman Sam menjadi negara paling tinggi di dunia yang penduduknya mempunyai senjata api.

Saat ini penduduk AS diperkirakan memiliki 270 juta dari sekitar 875 juta senjata api yang tersebar di seluruh dunia. Sekitar 4,5 juta dari 8 juta senjata baru yang dijual, dibeli oleh oleh orang Amerika. Saat ini jika dihitung, ada satu senjata api untuk tujuh orang di dunia. Jika AS dihilangkan, maka satu senjata api untuk sepuluh orang.

Setelah AS, India adalah negara kedua yang penduduknya banyak memiliki senjata api. Sekitar 46 juta senjata beredar di negara ini, dengan persentasi empat senjata per seratus orang. China, berada di posisi tiga dengan kepemilikan pribadi senjata api, mempunyai tiga senjata untuk seratus orang.

Setelah itu, Jerman, Prancis, Pakistan, Meksiko, Brazil, dan Rusia berturut-turut ada di belakangnya. Yang mengejutkan ternyata Yaman. Jika dihutung basis per kapita, negara ini menempati urutan kedua setelah AS dalam kepemilikan senjata pribadi, yaitu 61 senjata api per seratus orang, diikuti oleh Finlandia, Swiss, Iraq dan Serbia.

Menurut Direktur Small Arms Survey, saat ini penyebaran senjata api di dunia tidaklah merata. "Ini karena kepemilikan senjata api selalu identik dengan tingkat kemakmuran suatu negara." ujarnya. "Sepertinya kepemilikan senjata api di masyarakat dunia lebih besar daripada data yang kami punyai. Soalnya, hanya 12 persen yang terdaftar secara resmi di pihak keamanan." (sa/reu)

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Baca Juga

Mengapa Dollar AS Babak Belur?

Rabu, 22/04/2009 18:47

Dunia Islam Lainnya

Trending