Selasa, 10 Muharram 1444 H / 9 Agustus 2022

Virus Flu Burung Mulai Landa Israel

M. Lili Nur Aulia – Senin, 18 Safar 1427 H / 20 Maret 2006 09:07 WIB

Pejabat Kementerian Pertanian Israel (17/3) menyampaikan berita heboh perihal penyebaran virus flu burung di wilayahnya. Ia menyebutkan bahwa hasil pengujian laboratorium pertama menunjukkan bahwa ratusan ayam yang dikembangbiakkan di selatan Israel, telah terkena virus flu burung yang mematikan atau H5N1. Ia juga mengatakan diduga kuat, virus tersebut juga akan melanda wilayah AS di akhir tahun 2006 ini dengan aktifitas yang membahayakan.

Dr. Shimon Pokumunsky, pakar virus flu burung di Pertainan Israel telah melakukan penelitian laboratorium terhadap sejumlah unggas di Israel dan secara tegas menyatakan unggas-unggas itu telah terkena virus flu burung. Ia menegaskan puluhan ribu ayam di dua peternakan telah mati secara tiba-tiba dua hari sebelumnya. Dan kini, pertanian israel tengah menerapkan sejumlah langkah ekstrim untuk melindungi kemungkinan penyebaran yang lebih jauh lagi.

"Kami masih melakukan percobaan tapi hingga tahap ini, berdasarkan hasil pengujian sebelumnya, ada kemungkinan besar virus flu burung H5n1 telah sampai ke sini," ujarnya. Pembunuhan unggas secara massal kini sudah dilakukan dalam radius 10 kilometer dari dua peternakan ayam yang diduga kuat telah tercemar virus flu burung. Rumah sakit Israel kini juga mewaspadai mulai berjangkitnya virus tersebut ke manusia.

Di sisi lain, pakar kedokteran hewan di Rusia menyebutkan bahwa penyebaran virus mematikan ini juga akan melanda wilayah AS di akhir tahun 2006. Sergey Dankvrit mengatakan kepada Reuters, "Kami yakin bahwa penyebaran virus H51N in akan sampai ke AS pada musim panas akhir tahun ini. Sedangkan ke wilayah Inggris kemungkinannya lebih cepat, karena unggas-unggas itu biasanya akan berpindah lebih dulu ke wilayah Inggris.

Israel telah membuat target-target prioritas pemberian obat antiviral dan vaksin bagi kelompok tertentu karena minimnya ketersediaan material tersebut. Prioritas itu mempertimbangkan masalah etik, hukum, sosial, dan politik. Mereka menentukan kelompok yang mendapat prioritas dalam hal penanganan bila terjadi pandemi. (na-str/iol)

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Baca Juga

Dunia Islam Lainnya

Trending