Ahad, 9 Jumadil Awwal 1444 H / 4 Desember 2022

Fans Bayern Peringati Tragedi Kanjuruhan, Bentangkan Spanduk “Lebih 100 Orang Dibunuh Polisi”

Redaksi – Rabu, 8 Rabiul Awwal 1444 H / 5 Oktober 2022 08:14 WIB

Fans Bayern Peringati Tragedi Kanjuruhan, Bentangkan Spanduk "Lebih 100 Orang Dibunuh Polisi"

Fans Bayern Munich membentangkan spanduk raksasa untuk mengenang tragedi Kanjuruhan saat tim kesayangannya menjamu Viktoria Plzen dalam matchday ketiga Grup C Champions League 2022-2023 di Allianz Arena, Munich, Rabu (5/10/2022). [Twitter/@eurofootcom]

eramuslim.com  – Fans Bayer Munich menunjukkan simpati dan solidaritas terhadap suporter Arema FC, Aremania  dengan mengenang tragedi Kanjuruhan  saat mendukung Die Roten di Champion League, Rabu (5/10/2022).

Dalam pertandingan Bayern Munich vs Viktoria Plzen, suporter Bayern Munich membentangkan spanduk raksasa bertuliskan pesan kritik terhadap aparat keamanan dalam tragedi Kanjuruhan.

Spanduk raksasa yang dibentangkan fans Bayern Munich di tribun penonton itu bertuliskan “Lebih 100 Orang Dibunuh Polisi. Kami Mengenang Orang-orang yang Meninggal di Kanjuruhan.”

Aksi fans Bayern Munich kian menambah kental dukungan insan sepak bola dunia terhadap insiden mengerikan yang terjadi pasca laga Arema FC vs Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 2022-2023 di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) itu.

Sebelum fans Bayern Munich membentangkan spanduk berisi protes terhadap aparat, seluruh pemain dan ofisial Die Roten serta Plzen sama-sama mengheningkan cipta untuk para korban meninggal dalam targedi Kanjuruhan.

UEFA sebelumnya telah mengumumkan bahwa rangkaian matchday ketiga fase grup Champions League 2022-2023 akan diawali dengan mengheningkan cipta sebagai bentuk duka cita dan penghormatan atas salah satu tragedi paling mengerikan dalam dunia sepak bola itu.

Tragedi Kanjuruhan setidaknya menewaskan 125 orang dengan ratusan lainnya luka-luka. Melansir AFP, dari jumlah tersebut, 32 korban tewas adalah anak-anak yang salah satunya merupakan balita berusia tiga tahun.

Insiden itu menjadi tragedi sepak bola paling kelam di Indonesia dan salah satu yang paling mematikan di dunia.

Pemerintah kini telah membentuk tim gabungan independen pencari fakta (TGIPF) dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan. Kapolri Listyo Sigit juga telah mencopot jabatan Kapolres Malang, AKBP Ferli Hidayat.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo telah memerintahkan kompetisi sepak bola profesional Indonesia dihentikan hingga evaluasi dan prosedur pengamanan ditingkatkan.

 

 

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Rekomendasi

Ini Dia…..Islamic House Design

Minggu, 01/07/2012 20:56

Ada Semangat dalam Ramadhan

Kamis, 21/09/2006 06:43

Vitiligo

Minggu, 09/11/2008 14:11

Intellectual Impacts (2)

Kamis, 22/10/2009 09:13

Baca Juga

Berita Lainnya

Trending