Jum'at, 4 Rajab 1444 H / 27 Januari 2023

Islam di Kolombia: Antara Peleburan Gaya Hidup dan Perkembangan Yang Tersendat

Saad Saefullah – Senin, 5 Syawwal 1432 H / 5 September 2011 16:08 WIB

Potret keagamaan di Kolombia saat ini sebenarnya terlihat begitu kompleks karena adanya budaya yang dominan dan minoritas terus-menerus menolak asimilasi. Padahal fenomena religius, telah berhasil masuk dan hinggap di berbagai kota. Misalnya gerakan Pentakosta baru menjadi sangat berkembang mengikuti pola ini. Bagaimana dengan Islam?

Dalam 40 tahun terakhir, kehadiran komunitas Muslim di Kolumbia telah menguraikan itu dengan sendirinya, sebagai salah satu realitas keagamaan terbaik dalam hal infrastruktur dan pembentukan anggotanya. Kehadiran Muslim saat ini tak terlepas dari munculnya komunitas Arab imigran, di wilayah Kolombia pada interval yang berbeda sejak akhir abad kesembilan belas.

Ada tiga hal yang mendorong lahirnya komunitas Muslim di Kolumbia. Pertama, perdiode setelah konflik politik di negara-negara Timur Tengah; Kedua, jatuhnya Kekaisaran Ottoman yang mendorong minoritas Arab ke tanah Amerika; Ketiga, migrasi Palestina (khusus setelah perang dunia kedua dan setelah penciptaan Negara Israel tahun 1948) dan migrasi Lebanon di tahun enam puluhan.

Menolak Asimilasi

Kaum Muslim Kolumbia, dalam jumlah kecil, awalnya tidak menemukan kondisi yang menguntungkan untuk mempraktikkan agama mereka. Sadar dimana mereka tinggal, banyak orang yang menahan diri untuk menunjukkan kepercayaan Islam mereka itu. Mereka menganggap tinggal di Kolombia hanya sebagai sesuatu yang sementara dengan tujuan mereka akan kembali ke daerah asalnya begitu mereka sudah makmur.

Di Kolumbia, bisa dikatakan bahwa hampir tidak ada yang mendukung mereka sebagai Muslim; fasilitas, Pembina (imam), apalagi gaya hidup. Dengan kondisi itu, yang perlu menjadi catatan sendiri bahwa kaum Muslim Kolumbia, menolak asimilasi (peleburan) tata cara dan gaya hidup mereka. Banyak yang mencatat, bahwa sikap ini yang menghambat penyebaran Islam di negeri ini.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, konsolidasi kehadiran Muslim, menegaskan bahwa, walaupun tersendat, komunitas Muslim ada di sejumlah besar kota Kolumbia.

Mualaf Penduduk Asli

Selain imigran, bagaimana dengan Muslim mualaf di Kolumbia? Meskipun fenomena ini mulai pada tahun delapan puluhan, pertumbuhan yang signifikan terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Dan yang agak mengherankan, jumlah pemeluk Islam di Kolumbia justru semakin bertambah setelah adanya peristiwa 9/11 di tahun 2001.

Dengan segala keterbatasan di lingkungan mereka, Muslim Kolumbia hanya bisa mempelajari Islam secara mendalam di luar negeri. Misalnya dengan adanya hubungan diplomatik antara Kolombia dan beberapa negara Muslim, maka Muslim Kolombia memiliki kesempatan untuk belajar dan mendapatkan kontak dengan sekolah Al-Quran atau universitas Islam. (sa/islamicpopulation)

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Rekomendasi

Empat Masalah dalam Berdebat

Senin, 22/02/2010 13:30

Lidah itu Raja

Kamis, 11/04/2013 07:23

Pesan Ajal di Pesta Pernikahan

Sabtu, 11/06/2016 16:13

Waspadai Kekafiran secara Batin!

Senin, 11/11/2019 08:45

Periode Kehidupan Kedua

Jumat, 15/05/2009 14:03

Kunci Sukses

Rabu, 23/05/2007 20:29

Baca Juga

Di Maladewa, Islam Sangat Penting

Rabu, 24/08/2011 17:24

Ada Apa Dengan Islam Norwegia?

Selasa, 02/08/2011 07:42

Lihatlah Ke Inggris!

Selasa, 19/07/2011 07:15

Gerakan Islam Lainnya

Trending