Jum'at, 6 Rabiul Awwal 1440 H / 16 November 2018

Fahri Hamzah; Rakyat Juga Harus Marah ke Pemerintah Jika Bohong

zahid – Kamis, 22 Muharram 1440 H / 4 Oktober 2018 14:30 WIB

Eramuslim – Aktivis Ratna Sarumpaet telah mengakui melakukan kebohongan publik dengan isu penganiayaan. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah meminta masyarakat tak terus menyerang Ratna.

“Saya suka katakan ke teman-teman yang terlalu bersemangat, jangan lupa gitu, kemampuan rakyat biasa untuk berbohong dan menyebarkan kebohongan itu sebenarnya tidak mudah. Dalam demokrasi, yang kita sadari punya kemampuan untuk menyebarkan berita dusta itu dan canggih begitu adalah negara, pemerintahan,” kata Fahri di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/10).

Fahri lantas berbicara soal sistem check and balances atau pengawasan dalam demokrasi di Indonesia. Pengawasan itu disebut Fahri dilakukan parlemen.

“Jadi kalau kita marah dengan kelakuan penyebaran berita bohong oleh Bu Ratna, itu satu sisi. Tapi jangan lupa kita tetap harus marah kalau yang melakukannya itu negara, pemerintahan. Harus adil sikap kita,” ujar Fahri.

Apa maksud Fahri soal marah ke pemerintah jika pemerintah berbohong? Fahri berbicara soal janji-janji pemerintah yang menurutnya belum ditepati.

“Ya kalau pemerintah berbohong, ya dia tetap harus dikategorikan sebagai kebohongan, gitu. Ya banyaklah. Kalau kebohongan-kebohongan yang kentara tentang pemerintah kan diulang-ulang dan pemerintah sampai sekarang abai memberikan penjelasan,” kata Fahri.

“Kalau investigasi kepada Ibu Ratna begitu cepat, kenapa pemerintah tidak menjelaskan investigasi kepada kasus yang sama,” sebut Fahri. 

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Baca Juga

Berita Nasional Lainnya

Trending