Ahad, 9 Jumadil Awwal 1444 H / 4 Desember 2022

Istana Beri Tanggapan Soal Presiden Digugat ke PN Terkait Ijazah Palsu

Redaksi – Rabu, 8 Rabiul Awwal 1444 H / 5 Oktober 2022 14:10 WIB

eramuslim.com – Dini Purwono selaku Staf Khusus Presiden (SKP) di Bidang Hukum memberikan tanggapan mengenai Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang telah dilaporkan ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat soal dugaan menggunakan ijazah palsu untuk mendaftarkan diri sebagai calon presiden (Pilpres) periode 2019-2024.

Menurutnya, pengajuan gugatan merupakan hak warga negara. Tapi, harus disertai dengan bukti yang kuat.

“Kalau memang merasa memiliki bukti yang cukup sebagai dasar gugatan, silahkan nanti disampaikan dalam proses pengadilan.” Ucap Dini dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Selasa 4 Oktober 2022.

“Namun, apabila penggugat tidak berhasil menyampaikan bukti-bukti nyata dan solid, akan terjawab sendiri nanti bahwa gugatan adalah mengada-ada. Karena tidak berhasil membuktikan apa yang dituduhkan. Dan apabila itu terjadi, jelas hanya akan menampar muka penggugat sendiri.” Tambahnya memaparkan.

Stafsus Kepresidenan tersebut mengingatkan masyarakat untuk membiasakan diri tidak nge-prank aparat penegak hukum.

“Masyarakat kita setiap hari harus bertambah cerdas. Jangan dibiasakan nge-prank aparat penegak hukum dan pengadilan dengan gugatan yang mengada-ada dan tidak berdasar.” Katanya.

Lebih lanjut, Dini mengimbau supaya setiap pihak bisa memaksimalkan sumber daya di ranah aparat penegak hukum juga pengadilan agar digunakan sebagaimana seharusnya. Selanjutnya, Dini Purwono menjelaskan bahwasanya semua ijazah asli dimiliki oleh Presiden Jokowi. Hal tersebut bisa dibuktikan dengan mudah.

“Kecuali penggugat mau mengatakan bahwa institusi yang mengeluarkan ijazah tersebut mengeluarkan dokumen palsu. Kalau terkait hal ini kami serahkan kepada institusi yang bersangkutan melakukan klarifikasi.” Tutup Dini.

Dikutip Terkini.id dari situs sipp.pn-jakartapusat, Gugatan terhadap Presiden Jokowi ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat dilakukan oleh Bambang Tri Mulyono (penulis buku Jokowi Under Cover).

Bambang menduga Jokowi telah menggunakan ijazah palsu dalam proses pemilihan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024. Gugatan tersebut terdaftar dengan nomor perkara:592/Pdt.G/2022/PN Jkt.Pst dengan 3 petitum yang diajukan oleh Bambang Tri. [Terkini]

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Baca Juga

Berita Nasional Lainnya

Trending