Rabu, 12 Rabiul Akhir 1441 H / 11 Desember 2019

Kapolri Sebut Aksi Damai 212 Berbahaya Bagi NKRI

Redaksi – Rabu, 25 Rabiul Akhir 1438 H / 25 Januari 2017 14:00 WIB

Eramuslim.com – Aksi Bela Islam pada 4 November (411) dan 2 Desember (212) tahun 2016 lalu menciptakan dua indikator yang berpengaruh besar terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Khususnya, terkait perubahan di masyarakat dan menguatnya kelompok transnasional.

“Ini berbahaya bagi NKRI. Khususnya aksi 212 yang dihadiri ribuan massa,” kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam sambutannya saat rapim Mabes Polri, di gedung PTIK, Rabu (25/1) pagi. (Aksi 212 bukan dihadiri ribuan, tapi tak kurang dari 7,5 juta orang pak, red)

Meski dapat ditangani dengan baik, lanjut Tito, hal itu menjadi perhatian khusus Polri dalam menghadapi tantangan intoleransi keagamaan.
ahok-tito
Selain itu, alumni Akpol itu juga menekankan beberapa isu penting lainnya yang perlu digarisbawahi. Termasuk Pilkada DKI yang menimbulkan massa pro dan kontra.

“Saat ini ada polisarisasi di masyarakat sebagai ekses dari proses pilkada,” lanjut mantan Kapolda Metro Jaya itu.

Sektor keamanan, menjadi sorotan Tito dalam mengamankan ajang kontestasi perebutan kursi DKI 1 tersebut.

Eks Kadensus 88 Antiteror itu juga menyinggung soal konflik vertikal di daerah-daerah seperti di Papua, Poso, dan lainnya. Termasuk juga, kasus-kasus konvensional seperti narkotika, cyber crime, dan human trafficking.

Dalam rapim tersebut, selain jenderal Polri, ikut hadir juga mantan Kapolri, Panglima TNI, para menteri, ketua KPK, kepala BIN, dan pimpinan lembaga negara lain. (kl/rmol)

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

Baca Juga

Berita Nasional Lainnya

Trending