Jum'at, 20 Muharram 1444 H / 19 Agustus 2022

Komnas HAM Sebut Tak Ada Saksi Lihat Brigadir J Todongkan Senjata, Beda dengan Pernyataan Polri

Redaksi – Sabtu, 7 Muharram 1444 H / 6 Agustus 2022 14:45 WIB

eramuslim.com – Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengungkap dari hasil penelusuran, tak ada saksi yang melihat Brigadir Joshua menodongkan senjata ke istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

Pernyataan Ketua Komnas HAM ini juga sekaligus seolah membantah keterangan Brigjen Ramadhan yang menyebutkan Brigadir Joshua menodongkan senjata ke istri Ferdy Sambo.

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik juga menyampaikan kronologi awal polisi tentang kasus kematian Brigadir Joshua banyak yang tidak klop atau tidak pas.

Salah satunya perihal penodongan senjata yang disebut dilakukan Brigadir Joshua. Ahmad Taufan mengungkapkan, dari hasil penelusuran Komnas HAM, tidak ada saksi yang melihat Brigadir Joshua menodongkan senjata.

“Bahwa selama ini ada keterangan bahwa Yoshua sedang menodongkan senjata, dalam keterangan mereka ini nggak ada peristiwa itu. Makanya banyak sekali yang tidak klop antara keterangan yang disampaikan di awal dengan yang sesudah kami telusuri,” kata Ahmad Taufan Damanik dalam acara diskusi virtual ‘Menguak Kasus Kematian Brigadir J,” Jumat (5/8/2022)

Selain itu, keterangan polisi soal Irjen Ferdy Sambo yang tengah menjalani tes PCR saat terjadinya peristiwa juga tidak selaras.

Dari penelusuran Komnas HAM, Irjen Sambo ternyata sudah tiba di rumah sehari sebelumnya dan sedang tak melakukan tes PCR saat peristiwa itu terjadi.

“Termasuk dulu kita baca berita ketika peristiwa terjadi Pak Sambo sedang PCR di luar. Kan ternyata nggak benar begitu, Pak Sambo sudah datang duluan satu hari sebelumnya,” katanya.

“Jadi cerita ini di awal dengan kemudian berkembang atau sebelum ditelusuri itu banyak yang nggak klop,” ujarnya.

Sementara terkait statement polisi soal dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir Joshua terhadap istri Irjen Ferdy Sambo masih belum bisa diyakini.

Taufan mengungkapkan tidak ada saksi yang melihat langsung dugaan pelecehan tersebut.

“Sebagai penyelidik, kami bertanya-tanya, ‘Ada apa ini’, begitu. Tentu saja kami tidak mau menuduh sembarangan, tapi kami menduga, ada yang tidak logis begitu,” katanya.

“Jadi saksi yang menyaksikan penodongan itu tidak ada, makanya kami juga belum bisa meyakini apakah terjadi pelecehan seksual atau tidak,” tuturnya.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Baca Juga

Berita Nasional Lainnya

Trending