Selasa, 4 Safar 1439 H / 24 Oktober 2017

Luhut Ngotot Lanjutkan Reklamasi Walau Nanti Anies-Sandi Mencoba Hentikan

Redaksi – Jumat, 21 April 2017 07:30 WIB

Eramuslim.com – Pemerintah pusat bersikukuh bahwa reklamasi Pantai Utara Jakarta harus dilakukan. Sekalipun Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih versi hitung cepat, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, sempat menolak program itu.

Penolakan itu menjadi salah satu bahan kampanye Anies-Sandi selama mengikuti Pilkada 2017 ini. Soal pentingnya program reklamasi ini, Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan mengatakan, pemerintah akan memaparkan data-data tersebut kepada gubernur terpilih nantinya.

“Kita sudah ada proses yang baru, nanti disampaikan, dilihat. Tentu harus dengan baik-baik dijelaskan. Mungkin Pak Anies belum tahu data yang banyak,” kata Luhut Pandjaitan di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Kamis 20 Oktober 2017.

Luhut merasa yakin bahwa Anies Baswedan dan Sandiaga Uno akan melanjutkan reklamasi ini. Sebab menurut Luhut penurunan tanah di Jakarta setiap tahunnya bisa 17,5 cm hingga 23 cm di beberapa tempat.

“Saya kira setelah lihat datanya dari hasil penelitian tentu akan datang dengan pikiran lebih jernih. Kita bicara untuk kepentingan nasional, kepentingan Jakarta,” lanjut Luhut.

Seperti diketahui, dalam kampanye maupun debat pilkada, baik Anies maupun Sandi paling gencar menolak program reklamasi.

“Satu hal yang sangat penting bagi kami, masalah reklamasi adalah masalah keadilan. Proses yang dilakukan sekarang sangat tidak terbuka, sangat tidak berkeadilan. Jauh dari sebuah komitmen terhadap transparansi dan fairness. Di mana nelayan tidak pernah dipikirkan dampaknya,” kata Sandiaga pada debat Pilkada DKI Jakarta, yang kedua di Hotel Bidakara, Jumat malam 27 Januari 2017.

Menurut mantan Ketua umum HIPMI Itu, reklamasi yang saat ini dilakukan pemerintah Jakarta menunjukkan adanya proses yang sangat tidak berkeadilan dan jauh dari prinsip transparansi.

“Bukti di pengadilan dan sudah divonis. Ini adalah sebuah harga mati bahwa kita harus hadirkan keadilan kembali di Jakarta,” ujarnya.

Pasangan nomor urut 3 ini memandang reklamasi sangat tidak berpihak pada kepentingan rakyat dan cenderung tidak transparan sehingga akan banyak merugikan.

“Tetapi ketika semata-mata untuk kepentingan komersial, apalagi yang dibicarakan semata-mata pembeli dan penjual di dalam pengembangan tempat-tempat tinggal di sana maka pertanyaan besar ada belasan ribu bahkan sampai dua puluh ribu nelayan di pesisir Jakarta yang hari ini hidupnya berubah karena reklamasi ini,” kata Anies dalam kesempatan yang lain.(jk/iva)

Resensi Buku : Sesak Dada Karena Membaca Eramuslim Digest Edisi 12 , Ancaman Imperialisme Kuning

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Baca Juga

Berita Nasional Lainnya

Trending