Sabtu, 28 Jumadil Awwal 1441 H / 25 Januari 2020

Mahfud MD: Negara Khilafah Nabi Muhammad Tidak Boleh Diikuti

Redaksi – Selasa, 4 Rabiul Akhir 1441 H / 3 Desember 2019 06:00 WIB

Mahfud menegaskan meski sistem negara khilafah diterapkan oleh Nabi Muhammad SAW, sistem itu tidak boleh diikuti. Sebab bukan ajaran baku yang didirikan Nabi Muhammad SAW.

“Ada yang mengatakan ‘Pak, bapak bilang tidak ada khilafah, tapi kan Nabi Muhammad itu mendirikan khilafah?’ Iya, tetapi khilafah itu bukan ajaran baku karena yang didirikan Nabi Muhammad itu tidak boleh diikuti,” tegas Mahfud.

Mantan Ketua MK itu menjelaskan beberapa alasan mengapa Nabi Muhammad tidak boleh diikuti. Salah satunya karena saat itu Nabi Muhammad mendirikan khilafah karena mendapat wahyu dari Allah.

“Apa kok tidak boleh diikuti? Di zaman Nabi Muhammad, negara yang dibentuk, Nabi Muhammad itu lembaga legislatif, Nabi Muhammad lembaga eksekutif, Nabi Muhammad lembaga yudikatif, Nabi Muhammad yang membuat hukum berdasarkan wahyu Allah,” ujar Mahfud.

“Anda membuat negara seperti Nabi Muhammad melalui wahyu siapa? Nah enggak bisa, jangan,” kata Mahfud.

Menurut Mahfud MD, hal itu yang sering membuat keliru kelompok radikal yang ingin mendirikan negara khilafah. Sebab mereka tidak memiliki dasar untuk mendirikan negara khilafah.

“Saudara yang sering keliru itu mengatakan kalau saya bilang tidak ada itu yang namanya khilafah di islam, ada! Banyak ajaran khilafah tetapi tidak ada sistem yang harus diikuti yang baku,” kata Mahfud.

“Nah oleh sebab itu mari kita sekarang mantapkan hati kita itu bahwa berislam itu di Indonesia sangat leluasa,” ujar Mahfud.[end/glr]

← Halaman sebelumnya

Halaman 1 2

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Baca Juga

Berita Nasional Lainnya

Trending