Jum'at, 23 Zulqa'dah 1443 H / 24 Juni 2022

Pemerintah larang ekspor minyak goreng, Said Didu: Indonesia remuk, Malaysia untung

Redaksi – Rabu, 8 Syawwal 1443 H / 11 Mei 2022 15:32 WIB

eramuslim.com – Pemerintah dengan tegas larang ekspor minyak goreng mulai dari 28 April 2022. Namun, 2 minggu berselang, dampak larangan tersebut belum terlihat.

Fakta di lapangan ditemukan harga minyak goreng masih bertahan di atas Rp 14.000 per kilogram baik di pasar tradisional maupun supermarket.

Namun dampak negatif bisa timbul dari larangan ekspor minyak goreng ini. Menurut mantan sekretaris kementerian BUMN Muhammad Said Didu mengungkapkan yang diuntungkan dari kebijakan larangan ekspor minyak goreng adalah Malaysia.

Pasalnya dengan absennya Indonesia dari ekspor minyak goreng, negeri jiran bisa merebut 30% pangsa pasar Indonesia. Hal ini membuat posisi Malaysia kuat menguasai 60% pasar global.

“Akhirnya petani sawit Malaysia yang nikmati kebijakan pemerintah Indonesia. Sementara petani Indonesia yang remuk,” cuit Said Didu seperti yang dikutip dari akun Twitter @msaid_didu pada Rabu, 11 Mei 2022.

Selain itu, Said Didu juga dampak kebijakan larangan ekspor minyak goreng telah merugikan negara trilyun rupiah. Salah satunya untuk pemeberian bantuan langsung tunai (BLT) sebagai kompensasi mahalnya harga minyak goreng.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Rekomendasi

Asal Segala Sesuatu Adalah Halal

Senin, 16/04/2007 13:09

Open House Masjid di Jerman

Minggu, 05/10/2008 07:19

Kepemimpinan dalam Alquran (4)

Kamis, 07/05/2009 11:04

Maksud dari ‘Tuhan Negeri Ini’

Jumat, 29/12/2017 08:30

Jatuh Cinta ?

Minggu, 05/01/2014 15:49

Baca Juga

Berita Nasional Lainnya

Trending