Ahad, 15 Muharram 1444 H / 14 Agustus 2022

Ruhut Sitompul Dituduh Hina Anies dan Papua, Roy Suryo: Ayo Polisi Buktikan Presisimu, Jangan Mau Terperdaya Akting Picisan ini

Redaksi – Jumat, 13 Mei 2022 13:55 WIB

ruhut sitompul

eramuslim.com – Politisi PDIP, Ruhut Sitompul kembali menjadi perbincangan publik usai memposting meme Anies Baswedan menggunakan Koteka, pakaian Adat Papua.

Melalui postingannya itu, dia dituduh telah menghina Anies juga rasis terhadap suku tertentu.

Tuduhan Ruhut Sitompul hina Anies Baswedan mendapat respon dari pakar telematika, Roy Suryo yang meminta kepada pihak kepolisian untuk menunjukkan presisinya dalam penanganan kasus rasisme yang dilakukan oleh politisi PDIP tersebut.

Roy Suryo mengatakan bahwa jangan sampai pihak kepolisian terkecoh dan terperdaya oleh acting picisan yang ditunjukkan oleh Ruhut dalam menghadapi laporan orang Papua terkait rasisme yang ia lakukan.

Dalam pandangan Roy Suryo, dia melihat debat antara Petrodes Mega Keliduan (Pelapor Ruhut) dengan Ruhut Sitompul, dia mengatakan bahwa Ruhut berusaha tampil beriman dan ngeles ketika dihadapkan dengan pelapor.

“Ha ha ha … lihat segemen akhir Kompas Petang tadi, meski si Ruhut sudah (usahe) tampil BERIMAN & Termehek-mehek NGELES (Seperti Bajaj), kita SALUT terhadap Petrodes Mega Kaliduan yang teteup menempuh upaya HUKUM. Ayo Polisi, buktikan PRESISI-mu, jangan mau terperdaya acting picisan ini. AMBYAR”, kata Roy Suryo, dikutip dari keterangan tertulisnya, Jumat 13 Mei 2022.

Sebelumnya, dalam debat yang ditayangkan di Kompas Tv, terlihat Ruhut Sitompul melakukan pembelaan atas laporan Petrodus Mega Kaliduan. Dia mengatakan bahwa seharusnya yang ditangkap adalah pembuat meme Anies, bukan dirinya.

“Saya mohon ya, kawan-kawan siapapun yang membuat meme saya minta tolong polisi segera mengusutnya. Jadi Petrodes nggak usah khawatir. Salam hormat saya, sata dekat dengan Papua. Saya sering keliling ke tempat semua tempat Petrodes”, kata Ruhut Sitompul dalam video yang ditayangkan oleh Kompas Tv.

Ruhut mengatakan bahwa hati rakyat orang Papua itu lembut dan memiliki rasa dan jiwa NKRI yang pekat.

“Rakyatnya (Papua) hatinya lembut. Saya rasa itu, rasa Indonesia NKRI. Terimakasih Petrodes”, sambung Ruhut.

Namun, kendati demikian, Petrodes Mega Keliduan sebagai pelapor akan tetap menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan masalah rasisme terhadap rakyat Papua dan juga hinaan terhadap Anies Baswedan.

Petrodes mengatakan bahwa pakaian adat Papua tidak bisa dimain-mainkan karena sifatnya sangatlah sakral karena harus melalui sebuah proses adat. Sehingga apa yang dilakukan oleh Ruhut adalah sebuah pelecehan terhadap adat Papua.

“Apalagi ini suku Dani. Suku Dani itu Gubernur Provinsi Papua itu dari Suku Dani. Saya hanya sampaikan saja. Saya nggak tau setelah saya nanti siapa. Saya sengaja buka supaya saya mampu sampaikan kepada teman-teman yang kuliah sejabodetabek bahwa saya sedang menepuh jalur hukum”, kata Petrodes. [Terkini]

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Baca Juga

Tangkap Ruhut Sitompul!

Jumat, 13/05/2022 09:20

Berita Nasional Lainnya

Trending