Selasa, 17 Muharram 1444 H / 16 Agustus 2022

UAS Ditolak di Madura Ternyata Hoaks, Ustaz Hilmi: Segelintir Saja yang Tidak Suka

Redaksi – Sabtu, 18 Syawwal 1443 H / 21 Mei 2022 13:00 WIB

eramuslim.com – Kabar masyarakat Madura menolak kedatangan Ustaz Abdul Somad (UAS) ternyata merupakan hoaks atau kabar bohong. Hal itu ditegaskan Pendakwah Ustaz Hilmi Firdausi, Sabtu (21/5).

Bantahan Ustaz Hilmi itu dilakukan dengan memposting kolase foto UAS yang sedang berceramah yang di Pondok Peseantren Al-Amin di Madura.

Tampak ribuan masyarakat Madura antusias mengikuti dan mendengarkan ceramah UAS. Padahal beredar kabar jika ada wacana aksi sekelompok santri yang menolak kedatangan Ustaz Abdul Somad ke Madura.

Melalui akun Twitter pribadinya, Ustaz Hilmi Firdausi mengatakan bahwa acara tabligh akbar Abdul Somad di Ponpes AL-Amin sebagai bukti masyarakat Madura yang menolak UAS adalah hoaks.

“Foto2 tabligh akbar UAS di Ponpes Al-Amin Sumenep ini menjawab hoax katanya UAS ditolak masyarkat Madura,” ucap Hilmi dikutip FIN dari @Hilmi28 pada Sabtu (21/5).

Hilmi pun mengimbau kepada masyarakat untuk janganlah atas dasar kebencian membuat bersikap tidak adil. Acara yang dihadiri jutaan masyarakat sebagai bukti mencintai UAS.

“Ayolah, janganlah kebencian membuat kalian bersikap tidak adil. Setiap acara beliau selalu dihadiri lautan manusia, masyarkat begitu mecintai UAS. Segelintir saja yang tidak suka,” ungkapnya.

Sebelumnya surat seruan penolakan kedatangan UAS di Madura tersebar di media sosial. Surat itu ditandatangani oleh Ustaz Ahmad sebagai koordinator aksi tertanggal 18 Mei 2022.

Namun aksi tersebut gagal terlaksana. Padahal mereka telah memberitahukan pihal Polres Sumenep. Dalam surat pemberitahuan itu rencananya masa aksi berjumlah 200 orang. Polisi pun telah bersiap.

“Sesuai SOP kami sudah melakukan persiapan pasukan pengamanan untuk mengawal aksi tersebut, namun ternyata tidak ada,” kata Humas Polres Sumenep AKP Widiarti, Jumat (20/5).

Berdasar surat pemberitahuan yang tersebar, aksi ini mengatasnamakan Gerakan Santri Madura.

Rencananya aksi berlangsung pada Jumat 20 Mei 2022 pukul 13.00 di depan Masjid Jamik Sumenep. Namun, hingga waktu tersebut tidak ada aksi massa yang berdatangan.

“Ternyata aksinya tidak jadi, tapi juga tidak ada pencabutan pemberitahuannya sampai sekarang,” kata AKP Widiarti. [Radartegal]

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Rekomendasi

Berlindung Kepada Burung Garuda?

Selasa, 21/06/2011 11:12

MENGATASI MAAG DENGAN THIBBUN NABAWI

Kamis, 29/11/2018 12:03

Indonesia Butuh Televisi Islam

Minggu, 10/10/2010 09:38

Hijrahkan Diri Kita

Senin, 22/01/2007 11:42

Memberi Yang Meminta-Minta

Senin, 27/03/2006 08:15

Jangan Meminta-Minta

Rabu, 06/02/2008 17:21

Teman Hidup

Kamis, 23/09/2010 09:18

Baca Juga

Berita Nasional Lainnya

Trending