Ahad, 9 Jumadil Awwal 1444 H / 4 Desember 2022

Waketum Nasdem Bilang Ogah Dukung Calon yang Tak Mau Teruskan Program Jokowi, Pengamat Singgung Tumpukan Utang

Redaksi – Minggu, 25 September 2022 15:00 WIB

eramuslim.com – Pengamat kebijakan publik Gigin Praginanto menyoroti pernyataan dari Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Ahmad Ali yang mengatakan, partainya tidak akan mendukung figur calon presiden (capres) yang tak mau berkomitmen meneruskan program Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hal tersebut ditanggapi Gigin Praginanto melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Gigin Praginanto menyinggung soal program yang semestinya dilanjutkan.

Gigin Praginanto menyebutkan bahwa salah satu programnya yakni tumpukan utang.

“Termasuk mempertahankan atasan yang menangani segala urusan, membangun infrastruktur zombie, menumpuk utang berbunga tinggi, menggelar karpet merah untuk TKA China, membuat konglo besar lebih leluasa menghabisi orang kecil,” tutur Gigin Praginanto melalui akun Twitter pribadi miliknya, Sabtu (24/9).

Sementara itu, Ahmad Ali mengungkapkan hal itu juga berlaku pada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“Pak Anies misalnya, kalau dia tak berkomitmen, tidak ada komitmen yang utuh melanjutkan program Pak Jokowi, saya pastikan kita tak jadi mendukung dia,” ungkap Ali.

Ali menegaskan, sikap tersebut diambil Partai Nasdem karena komitmen selalu mendukung Jokowi. Bahkan, komitmen Nasdem ini tak hanya terjalin ketika Jokowi menjabat sebagai Presiden.

“Dukungan ini akan terus terjaga, termasuk melanjutkan mimpi dan pikiran-pikiran dia,” tegas Ali.

Lanjut, Ali menyebut bahwa Jokowi tak pernah membatasi siapa pun untuk menjadi capres. Namun, kata Ali, Jokowi berkeinginan agar berbagai proyek pembangunannya tetap dilanjutkan oleh presiden yang akan datang.

“Kita tak mau yang direncanakan Pak Jokowi karena beliau selesai (menjabat), kemudian ganti presiden, proyeknya mangkrak,” ujarnya.

Ali mengeklaim, selama ini Partai Nasdem punya tempat khusus di hati Jokowi. Hal itu terlihat dalam berbagai kesempatan, Jokowi selaku berusaha hadir memenuhi undangan Partai Nasdem.

“Itu ukuran tanpa disebut Pak Jokowi, dengan bahasa tubuh beliau, kita bisa menafsirkan posisi Nasdem di hati Pak Jokowi. Sosok Jokowi tahu bagaimana menjaga persahabatan, memperlakukan orang yang pernah berjuang bersama kita,” tandasnya. [Fajar]

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Rekomendasi

Plafond Rumah Berjamur

Sabtu, 20/04/2013 06:51

Ketaatan yang Zhahir dan Batin

Rabu, 19/05/2010 08:21

Sikap Ayah yang Buruk

Jumat, 15/06/2007 09:20

Sei Impacts

Kamis, 10/09/2009 11:17

Shalat di Prayer Room

Selasa, 23/03/2010 15:48

Negara Agraris Paling Subur

Jumat, 08/05/2009 10:38

Muslim Lakemba, Australia

Sabtu, 12/06/2010 14:36

Baca Juga

Berita Nasional Lainnya

Trending