Selasa, 3 Safar 1442 H / 22 September 2020

Ada Kompi Kristen di Batalyon Hizbullah

Redaksi – Kamis, 8 Zulhijjah 1441 H / 30 Juli 2020 05:30 WIB

Eramuslim.com – BEKAS jalan raya Cianjur-Ciranjang-Bandung itu sudah tak berbentuk lagi. Permukaan aspalnya sudah tertutup semak-semak. Sementara berbagai pepohonan liar tumbuh subur di sekitarnya. Sebagian sudah menjulang tinggi dan berukuran raksasa, rimbun melindungi kawasan tersebut dari sengatan matahari.

Jalan yang diapit oleh tebing tinggi dan jurang yang curam itu sejatinya masuk dalam wilayah tepi Sungai Cisokan dan termasuk dalam jalur De Postweg (Jalan Raya Pos) yang dibuat oleh Gubernur Jenderal H.M. Daendels (1808—1811). Namun sejak akhir 1970-an, jalur (sekaligus jembatan-nya yang melintasi Sungai Cisokan) itu sudah tidak lagi dipergunakan dan terbengkalai begitu saja.

Ilustrasi pejuang

“Malah beberapa tahun lalu sempat dijadikan lahan pembuangan sampah untuk wilayah Kecamatan Ciranjang dan sekitarnya, tapi setelah ada protes dari warga lalu dihentikan,” ujar Achmad Saepudin, salah seorang penduduk di sekitar wilayah itu.

Tak banyak orang mengerti, jika tempat itu 73 tahun lalu merupakan salah satu medan pertempuran paling brutal bagi tentara Inggris (terutama dari Kesatuan Gurkha Rifles) di Pulau Jawa. Mereka kerap menyebutnya sebagai jalur neraka Ciranjang, karena di sanalah banyak anggota pasukan Inggris menemui ajal. Begitu pentingnya arti tempat itu bagi mereka, sehingga Red Flash (majalah internal yang dikeluarkan oleh Asosiasi Resimen Gurkha Rifles, Inggris) pernah mengulasnya secara khusus dalam sebuah judul: “The Battle of Tjirandjang Gorge” (Pertempuran di Tebing Ciranjang).

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3 4

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Baca Juga

Historia Lainnya

Trending