Rabu, 5 Jumadil Akhir 1442 H / 20 Januari 2021

Cerita Rombongan Presiden Soeharto Disuntik Vaksin

Redaksi – Kamis, 29 Jumadil Awwal 1442 H / 14 Januari 2021 11:10 WIB

Salah satu anggota rombongan adalah Umang Pradana Suweli yang bekerja di lingkungan keluarga Presiden Soeharto sejak 1970-an.

“Suatu ketika saya turut serta dalam rombongan kerja presiden ke Afrika. Karena di kawasan itu sedang berkembang suatu penyakit yang pada masa itu obatnya belum ditemukan, yaitu HIV/AIDS, setiap orang di dalam rombongan Presiden RI harus disuntik agar tidak tertular,” kata Umang dalam tulisannya “Agar Bapak Semakin Handsome” termuat dalam Pak Harto: The Untold Stories.

Kasus HIV/AIDS pertama ditemukan di Amerika Serikat pada 1981. Setelah itu, kasus-kasus baru dilaporkan dari berbagai negara, termasuk Indonesia pada 1987. Jumlah penderita terinfeksi HIV/AIDS terus meningkat di seluruh dunia. Laporan UNAIDS menyebutkan epidemi tertinggi terjadi di kawasan Afrika.

ada penerbangan antara Senegal-Tanzania, Umang ditanya oleh seorang dokter apakah sudah disuntik vaksin. Dia menjawab sudah dengan menyebut nama dokter lain. Begitu pula ketika dokter lain menanyai apakah sudah disuntik, dia mengaku sudah dengan menyebut anggota tim dokter lainnya.

“Saya memang luar biasa takut disuntik sehingga saya berupaya untuk menghindar sana-sini,” kata Umang.

Umang bisa berbohong kepada para dokter, tetapi kepada Pak Harto dan Ibu Tien, dia tak berkutik. Sehingga, dia berharap Pak Harto dan Ibu Tien tidak menanyainya apakah sudah disuntik vaksin.

Setibanya di negara tujuan, ketika masih di hotel dan di sela-sela persiapan menjelang acara, Soeharto bertanya, “Kamu sudah disuntik, Mang?”

Mana berani Umang tidak jujur kepada Pak Harto. Dengan takut-takut, dia mengaku, “Belum, Pak.”

Ibu Tien kemudian berkata, “Sebentar lagi dokter akan datang untuk menyuntik kamu.” Apa boleh buat, Umang tidak bisa menghindar. Dokter tiba dan Ibu Tien memerintahkannya menyuntik Umang.

“Sayang (atau malah untung), ternyata serum sudah habis karena banyak staf KBRI yang juga minta divaksin. Selamatlah saya dari terjangan jarum suntik yang mengerikan itu,” kata Umang.

Osdar menyebut Soeharto tiba di Jakarta pada 11 Desember, lebih cepat dari rencana tanggal 14 Desember. Dia mempercepat kepulangannya karena masalah Timor Timur semakin memburuk.[Historia]

← Halaman sebelumnya

Halaman 1 2

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Baca Juga

Vaksin Darurat Masa Revolusi

Kamis, 14/01/2021 10:15

Penolakan Vaksin Dulu dan Kini

Kamis, 14/01/2021 10:07

Historia Lainnya

Trending