Rabu, 14 Zulhijjah 1441 H / 5 Agustus 2020

Hoegeng, Polisi Anti Suap

Redaksi – Selasa, 1 Zulqa'dah 1441 H / 23 Juni 2020 17:37 WIB

Eramuslim.com – Bertahan untuk tetap bersih di tengah kepungan praktik suap dan prilaku menjilat. Namanya kemudian abadi sebagai polisi jujur.

*

Kapolri Jenderal Hoegeng Imam Santoso tahu betul bagaimana kentalnya tradisi menjilat di kalangan pejabat Orde Baru. Demi bercokol dalam lingkaran kekuasaan, mereka berusaha menarik simpatik Presiden Soeharto sekalipun dengan cara memalukan. Lapangan golf biasanya menjadi arena dimana praktik menyanjung dan melobi itu dilancarkan.

Dalam suatu wawancara dengan George Junus Aditjodro, wartawan Tempo pada akhir 1970, terkuaklah kejengkelan Hoegeng. Dia mengungkapkan tentang seorang pejabat kabinet yang suka menjalankan aksi tersebut. Namanya, Maraden Pangabean, Menhankam/Pangab.

Panggabean rela membeli stik golf paling mahal untuk menjadi rekan main golf Soeharto. Namun, saat permainan dia kerap mengalah atau pura-pura tak mampu melawan Soeharto. Saat itulah Panggabean mengeluarkan  jurusnya: memuji-muji permainan golf Soeharto.

“Ini diceritakan oleh Hoegeng, dengan meniru logat Batak Panggabean yang sangat kental,” kata Aditjondro dalam testimoni buku Hoegeng: Oase Menyejukkan di Tengah Perilaku Koruptif Para Pemimpin Bangsa yang ditulis Aris Santoso, dkk.

Hoegeng sendiri mengecam tradisi permainan golf di kalangan pejabat. “Saya tidak bermain golf bukan karena antigolf tetapi karena itu permainan mahal. Harga stik golf sangat mahal dan saya tidak punya uang. Saya juga tak bersedia meminta-minta,” kata Hoegeng dalam Tempo, 22 Agustus 1992.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3 4

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Baca Juga

Historia Lainnya

Trending