Ahad, 8 Safar 1442 H / 27 September 2020

Hoegeng, Polisi Anti Suap

Redaksi – Selasa, 1 Zulqa'dah 1441 H / 23 Juni 2020 17:37 WIB

Seorang menteri pernah mengeluhkan sikap Hoegeng yang tidak mau main golf. Padahal, hampir semua pejabat telah menjajal olahraga mewah ini. Hoegeng pun dijanjikan akan diberikan seperangkat alat main golf cuma-cuma. Tapi Hoegeng dengan tegas menolaknya.

“Wah, saya ndak mau dibelikan stik golf. Nanti saya beban utang budi,” demikian kata Hoegeng.

Disogok Tionghoa Medan

Sifat lurus Hoegeng telah terbentuk sejak kariernya di kepolisian masih di jenjang bawah. Harga diri Hoegeng sebagai pejabat negara pernah diuji tatkala dirinya ditugaskan di Medan. Pada 1956, Hoegeng diangkat menjadi Kadit Reskrim Kantor Polisi Propinsi Sumatra Utara.

“Saya ditakdirkan bertugas di wilayah kerja yang dimitoskan sebagai wilayah ‘test case’ yang berat di Indonesia itu,” kenang Hoegeng dalam otobiografi Hoegeng, Polisi: Idaman dan Kenyataan yang disusun Abrar Yusra dan Ramadhan K.H.

Wilayah Sumatra Utara saat itu tergolong rawan. Tindakan kriminal seperti penyelundupan, korupsi dan perjudian sedang marak-maraknya. Untuk membereskan itulah Jaksa Agung Soeprapto menugaskan Hoegeng dan segera disetujui oleh Kepala Kepolisian Negara Soekanto.

Kolega Hoegeng di kepolisian memperingatkannya agar berhati-hati. Di Medan, telah menjadi rahasia umum kalau pejabat negara dapat dibeli oleh kelompok pengusaha Tionghoa yang menjalankan bisnis gelap. Bisnis itu bisa menggeliat karena ada backing dari oknum tentara atau kepolisian.  Hoegeng sempat memikirkan kesiapannya namun pada akhirnya dia mantap berangkat ke Medan.  Lagi pula, Hoegeng selalu ingat pesan ayahnya untuk selalu menjaga nama baik.

Baru saja berlabuh di Pelabuhan Belawan, Hoegeng langsung disambut dengan acara “Selamat Datang yang Unik”. Seorang Tionghoa bertubuh gemuk menghampiri dirinya ketika hendak menuju tempat penginapan sementara. Hoegeng lupa siapa namanya namun orang Tionghoa itu memperkenalkan dirinya sebagai “Ketua Panitia Selamat Datang”.

← Halaman sebelumnya Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3 4

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Baca Juga

Historia Lainnya

Trending