Kamis, 17 Zulqa'dah 1441 H / 9 Juli 2020

Inilah Laskar Muslim Hitler di Palagan Afrika Utara

Redaksi – Senin, 7 Zulqa'dah 1441 H / 29 Juni 2020 06:30 WIB

Eramuslim.com – Ribuan sukarelawan Arab Muslim angkat senjata di bawah panji Nazi. Dikompori semangat mengenyahkan musuh bersama: kolonialis Inggris dan Yahudi.

*

“MUSUH dari musuhku adalah temanku.” Ungkapan politis tersebut cocok untuk menilai eratnya hubungan Adolf Hitler dengan kalangan dunia Arab di Perang Dunia II. Baik Der Führer dan Amin al-Husseini, wakil dunia Arab, punya musuh bersama: Sekutu dan Yahudi.

Al-Husseini tak lain adalah Mufti Besar Yerusalem yang sempat memimpin Pemberontakan Arab di Palestina, 1936-1939. Meski disokong dana oleh bos fasis Italia Benito Mussolini, pemberontakan itu kandas. Al-Husseini lari ke Eropa hingga kemudian bersua Hitler di Berlin pada 28 November 1941.

Dalam pertemuannya, Hitler menjanjikan sokongan penuh kepada Al-Husseini untuk jadi pemimpin dunia Arab, mulai dana, senjata, hingga pembentukan askar (laskar) alias prajurit muslim di bawah panji Nazi. Dalam gejolak Perang Dunia II, salah satu unit ternama hasil dari janji Hitler pada Al-Husseini itu adalah Divisi Gunung ke-13 “Handschar” di bawah naungan Waffen-SS (Pasukan Schutzstaffel).

Sejatinya, beberapa bulan sebelum keduanya bertatap muka, sudah ada ratusan askar muslim Nazi yang dibentuk untuk mendukung kudeta yang ditukangi Rashid Ali al-Gaylani terhadap Kerajaan Irak yang pro-Sekutu (Inggris). Gaylani dibantu Fawzi al-Qawuqji, veteran flamboyan Perang Dunia I pemilik medali Iron Cross kelas II asal Suriah.

Mengutip Robert Lyman dalam Iraq 1941: The Battles for Basra, Habbaniya, Fallujah and Baghdad, Hitler mengirim bantuan militer berlandaskan Weisung Nr. 30 atau semacam surat perintah Hitler nomor 30 tertanggal 23 Mei 1941, berupa dibentuknya Sonderstab F (Staf Khusus F). “Pergerakan kemerdekaan Arab di Timur Tengah adalah sekutu alami kita melawan Inggris,” demikian potongan pernyataan Hitler dalam surat tersebut.

MEMINTA BANTUAN MENTERI HITLER

Mufti Besar Yerusalem Amin al-Husseini saat bersua Adolf Hitler di Berlin, 28 November 1941. (Bundesarchiv).

Sonderstab F berada di bawah perwira Luftwaffe (AU Jerman) General der Flieger (jenderal penerbang) Hellmuth Felmy yang bermarkas di Yunani. Komandan lapangannya adalah Mayor Udara Axel von Blomberg.

Al-Husseini juga bergerak di luar lingkar militer sebagai pengusung propaganda melawan Sekutu. Disebarkannya isu di kalangan muslim Suriah dan Irak bahwa Mussolini seorang penganut Islam keturunan Mesir bernama Musa Nilli, dan Hitler  dirumorkan menjadi mualaf dan mengambil nama Hayder yang artinya pemberani.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Baca Juga

Hoegeng, Polisi Anti Suap

Selasa, 23/06/2020 17:37

Historia Lainnya

Trending