Senin, 2 Safar 1442 H / 21 September 2020

Ketika Soeharto Marah pada Menteri

Redaksi – Selasa, 8 Zulqa'dah 1441 H / 30 Juni 2020 06:00 WIB

Eramuslim.com – Soeharto pernah marah kepada menteri karena anggaran untuk staf Proyek Asahan tidak turun.

*

Pada 1975, sebagai wakil ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), A.R. Soehoed diangkat menjadi ketua tim perunding dengan Jepang untuk Proyek Asahan.

Setelah melalui beberapa perundingan, Perjanjian Induk (Master Agreement) Proyek Asahan ditandatangani pada 6 Juli 1975 di Tokyo, Jepang, ketika Presiden Soeharto berada di sana. Perjanjian itu antara pemerintah Indonesia dengan konsorsium 12 perusahaan peleburan aluminium dan pemerintah Jepang yang membentuk Nippon Asahan Aluminium (NAA).

Pembangunan Proyek Asahan menelan biaya sebesar 411 miliar yen atau kira-kira Rp1,7 triliun. Proyek ini terdiri dari dua paket: proyek PLTA berkapasitas terpasang 604 MW dan pabrik peleburan aluminium berkapasitas 225.000 ton per tahun. Untuk itu, pemerintah Indonesia dan NAA membentuk PT. Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) pada 6 Januari 1976.

Sebagai landasan hukum pelaksanaan Proyek Asahan, Presiden Soeharto mengeluarkan Keputusan Presiden No. 5 Tahun 1976 tentang Pembentukan Otorita Pengembangan Serta Badan Pembina Pusat Listrik Tenaga Air dan Peleburan Aluminium Asahan.

Pembangunan Proyek Asahan dimulai pada 1976. Soehoed diangkat menjadi Ketua Otorita Asahan.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Baca Juga

Historia Lainnya

Trending