Selasa, 3 Safar 1442 H / 22 September 2020

Kisah KH Saifuddin Zuhri, Menteri Agama di Era Nasakom

Redaksi – Selasa, 1 Zulqa'dah 1441 H / 23 Juni 2020 12:30 WIB

Peran Organisasi Anshor sebagai dijalani sebagai koordinator Anshor NU (ANNO) wilayah Banyumas. Saat itu berbareng dengan peran Sudirman di Pandu Muhammadiyah dan Suprapto yang aktif di organisasi partai Parindra. Sudirman kemudian dikenal sebagai Panglima TNI dan Suprapto adalah salah salah satu Pahlawan Revolusi.

Peran organisasi dijalankan sembari menjadi guru di sekolah (di Sokaraja dan Purwokerto) yang dijalani dengan menggunakan transportasi Sepeda. Termasuk pula dalam kunjungan ke cabang cabang NU di wilayah Banyumas saat akhir pekan.  Dapat dibayangkan betapa gigihnya perjuangan aktifis kepemudaan dan ormas saat itu. peran beliau juga kemudian mendampingi KH Wahid Hasyim saat zaman Jepang untuk mengkoordinasikan Masyumi dalam lingkup Jawa. Perjalanan dengan Sepeda, dengan Kereta api yang penumpang dan berjam jam dilakukan dari Jawa Timur hingga Menes, Banten.

Daya tahan keorganisasi Kyai Saifuddin kembali teruji setelah Proklamasi kemerdekaan. Dalam posisi sebagai konsul NU wilayah Kedua, sebab saat itu telah tinggal di Purworejo dan ditunjuk menjadi kepala jawatan Agama Jawa Tengah masa Revolusi, dan juga salah satu komandan Hizbullah di wilayah Kedu, maka peran peran organisasi itu dijalankan dengan naik turun gunung, bergerilya dalam menghadapi agresi Belanda.

Setelah pengakuan kemerdekaan, Kyai Saifuddin ditunjuk sebagai kepala Jawatan agama Jawa Tengah yang berkedudukan di Semarang. Namun kemudian setelah NU keluar dari Masyumi dan juga dengan wafatnya KH Wahid Hasyim, beliau diminta hijrah ke Jakarta menjadi sekjen PBNU atau Partai NU mendampingi KH Idham Khalid dan dibawah arahan KH Wahab Chasbullah.Kyai Saifuddin juga menggantikan peran Zainul Arifin menjadi anggota Parlemen menyusul Zainal Arifin menjadi Wakil PM.

Tercatat peran Kyai Saifuddin yang banyak dikenal adalah menjadi menteri Agama di era Demokrasi Terpimpin masa Bung Karno (1962-1966), dan sekaligus pernah menjadi menteri Agama dalam kabinet Ampera dibawah pejabat Presiden Soeharto (1967). Setelah Orde Baru pernah menjadi anggota DPR dari fraksi NU hasil pemilu 1971.

Sahabat semua orang

Sekalipun dikenal aktifis NU, beliau bersahabat dan menjaga hubungan  baik dengan KH Faqih Usman (Masyumi/Muhammadiyah), Hamka, KH M Isa Anshary (Masyumi/Persis), Munawir Sadzali dan beberapa tokoh diluar NU. Bahkan nama Ir Sakirman (Tokoh PKI) tertuang dalam lintasan catatan memoirnya, dia bersahabat.

Karya karya beliau sebagai aktifis dan politisi saat menjadi Menteri Agama RI (1962-1967)  pertama kai lahir di tengah politik Demokrasi Terpimpin dengan konsep Nasakom. Pada era ini Kyai Saifuddin menjadikan pidato Presiden dalam pelantikan menjadi menteri dengan mengatajab “agama unsur mutlak dalam nation building”. Jargon ini kemudian menjadi kalimat dalam mengurai langkah, sikap politik dan program  Kementerian agama di tengah sorotan kuat terhadap konsepsi Nasakom dari kalangan Islam sendiri.

← Halaman sebelumnya Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Baca Juga

Historia Lainnya

Trending