Jum'at, 12 Rabiul Awwal 1442 H / 30 Oktober 2020

Lyudmila Pavlichenko, Sang Bidadari Pencabut Nyawa

Redaksi – Selasa, 3 Safar 1442 H / 22 September 2020 09:00 WIB

Eramuslim.com – LYUDMILA Pavlichenko tak habis pikir. Dalam perjalanannya di kota-kota besar Amerika Serikat sepanjang September 1942, letnan Uni Soviet berparas anggun itu tak henti-hentinya dihujani pertanyaan dari wartawan-wartawan Amerika. Baginya itu konyol. Maka sekuat tenaga ia menahan diri supaya tak “meledak” yang bisa mengacaukan misi yang diembannya dari diktator Soviet Josef Stalin.

Pavlichenko datang ke Amerika pada akhir Agustus 1942. Perjalanan panjang menggunakan pesawat terbang ditempuhnya dari Moskow ke Kairo lalu Miami, Florida. Dari Miami ke Washington DC perjalanannya dilakukan menggunakan keretaapi ekspres.

Sejak Juni 1942, Lyuda, panggilan Pavlichenko, ditarik dari medan perang untuk mengemban misi propaganda. Tujuan utamanya agar Amerika mau membuka front kedua di Eropa demi mendesak Jerman Nazi. Maka dikirimlah delegasi mahasiswa Soviet bersama Pavlichenko sebagai primadonanya.

Namun, di Amerika Lyuda benar-benar keheranan. Entah ketika di Washington DC, New York, atau Chicago, dia lebih sering ditanya wartawan Amerika hal-hal yang baginya sangat sepele.

“Saya terkesima tentang pertanyaan-pertanyaan dari para wartawan perempuan di Washington. Mereka menanyakan hal-hal konyol seperti apakah saya memakai bedak, pemerah pipi, cat kuku, dan apakah saya mengkritingkan rambut. Seorang reporter bahkan berani mengkritik rok panjang saya dengan mengatakan perempuan Amerika biasanya mengenakan rok pendek dan seragam saya membuat saya tampak gemuk,” kata Lyuda kepada Time, 28 September 1942.

“Itu semua membuat saya marah. Saya mengenakan seragam saya secara terhormat. Seragam yang tersemat (medali) Order of Lenin yang sering tertutup bercak darah di pertempuran. Sangat jelas bagi perempuan Amerika lebih mementingkan apakah mereka memakai celana dalam sutera di balik seragam mereka. Namun mereka belum mengerti makna dari seragam itu sendiri,” sambungnya.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3 4

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Baca Juga

Sejarah Wabah di Dunia Islam

Jumat, 18/09/2020 14:30

Historia Lainnya

Trending