Rabu, 14 Rabiul Awwal 1441 H / 13 November 2019

Masjid Agung Sawah Lunto, Dulunya Pabrik dan Gudang Senjata

Redaksi – Kamis, 7 Zulqa'dah 1440 H / 11 Juli 2019 11:00 WIB

“Dulunya di masjid itu adalah gudang senjata bagi pejuang saat revolusi Indonesia. Baru diubah menjadi masjid begitu Indonesia sudah merdeka,” kata Jasmin kepada Republika, Rabu (10/7).

Bangunan utama Masjid Agung Nurul Iman ini berukuran 60×60 meter. Ia memiliki satu kubah besar di tengah dan dikelilingi empat kubah ukuran kecil. Di bawah bangunan masjid ini terdapat lubang perlindungan yang dulunya tempat merakit senjata dan menyimpan granat tangan dan mortir.

Aktivitas pertambangan di Kota Sawahlunto berkembang pesat di akhir abad ke 19. Saat itu, hasil tambang batubara di Sawahlunto dinilai sebagai batubara terbaik di dunia dan terbesar di Asia Tenggara.

Jadi bangunan yang kini menjadi Masjid Nurul Islam Sawahlunto itu awalnya untuk pusat pembangkit listrik tenaga uap. Yang sumber tenaganya juga memanfaatkan aliran Sungai Batang Lunto. Tapi karena debit air sungai kian berkurang, PLTU dipindahkan ke Salak, Talawi.

Bekas bangunan PLTU itu dimanfaatkan masyarakat pribumi ketika berjuang dalam masa revolusi Indonesia sampai dalam upaya mempertahankan kemerdekaan.

Ketika tahun 1952 setelah merdeka, pemerintah mengubah bangunan tersebut menjadi masjid karena mayoritas penduduk Sawahlunto beragama Islam.

Cerobong asap yang dulunya untuk mengeluarkan asap PLTU dijadikan sebagai salah satu menara masjid sampai sekarang yang tingginya 75 meter.   Kini selain menjadi tempat ibadah, Masjid Agung Nurul Islam Sawahlunto juga menjadi pusat pendidikan agama Islam.(kl/rol)

← Halaman sebelumnya

Halaman 1 2

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

Baca Juga

Bantuan CIA Untuk Polri

Jumat, 05/07/2019 18:10

Historia Lainnya

Trending