Kamis, 22 Rabiul Awwal 1441 H / 21 November 2019

Muharram dan Larangan Berperang Bagi Bangsa Arab

zahid – Jumat, 30 Agustus 2019 17:30 WIB

Eramuslim – Pergantian tahun menuju 1441 Hijriyah akan berlangsung pada Ahad (1/9). Dalam tradisi Islam, Muharram sebagai pembuka tahun Hijriyah memiliki keistimewaan di sisi Allah SWT.

Mantan rektor Institut Ilmu Alquran (IIQ) Jakarta, KH Dr Ahsin Sakho Muhammad, mengatakan Muharram adalah bulan yang dimuliakan Allah. Kata ‘Muharram’ artinya sesuatu yang diharamkan atau dilarang. Dengan demikian, pada bulan tersebut dilarang untuk berperang.

Setelah menciptakan langit dan bumi, kata Ahsin, Allah menciptakanya terjadinya perputaran waktu sehingga bisa menciptakan siklus musim.

Menurut Kiai Ahsin, siklus musim telah ditetapkan, yakni 12 bulan dalam penanggalan Hijriyah. Di antara 12 bulan dalam Hijriyah ada empat bulan haram, yakni Zulqaidah, Zulhijjah, Muharram, dan Rajab.

“Allah mengharamkan bulan tersebut dalam rangka mengamankan pelaksanaan ibadah haji tahunan. Dengan demikian, masyarakat Arab harus menghormati bulan haram itu dengan tidak mengadakan perang,” kata Kiai Ahsin, saat dihubungi Republika.co.id, Jumat (29/8).

Dia mengatakan, perang menjadi kebiasaan bangsa Arab. Masyarakat Arab sebelum Islam kerap berperang untuk mengambil atau merampok harta orang lain, berebut sumur, atau pun merampok jamaah haji yang tengah dalam perjalanan menuju Makkah.

Dia menyebutkan kKeistimewaan bulan Muharam itu dijelaskan dalam Alquran surah at-Taubah ayat 36-37: “Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa.” (QS at-Taubah : 36).  

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

Baca Juga

Historia Lainnya

Trending