Sabtu, 16 Zulqa'dah 1440 H / 20 Juli 2019

Polisi Juga Tangkap Ulama Banten di Pemilu 1977

Redaksi – Jumat, 12 Juli 2019 09:00 WIB

Eramuslim.com – Jalanan utama Kota Pandeglang, Banten, Jawa Barat, penuh massa. Tak ada kendaraan lewat. Massa memblokir jalan. Mereka siap menyerbu penjara Pandeglang dekat alun-alun kota. Mereka hendak mengeluarkan paksa K.H. Muchamad Dimyathi, ulama berpengaruh di Banten sekaligus pemimpin Pondok Pesantren Cidahu, dari dalam penjara. Sehari sebelumnya, 14 Maret 1977, polisi menangkap Abuya Dimyathi.

Penangkapan terhadap Abuya Dimyathi (lahir 7 Juno 1920) bermula dari laporan seorang Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) Cadasari, Pandeglang. Dia mendengar Abuya Dimyathi berbicara di hadapan orang-orang sebelum Salat Jumat di Masjid Cidahu pada 11 Maret 1977. Isi pembicaraannya seputar kritik Abuya Dimyathi tentang intimidasi Golongan Karya (Golkar) kepada masyarakat Pandeglang menjelang Pemilu 1977.

“Zaman itu, maklumlah, (ada) penekanan-penekanan. Yang namanya kekuasaan, setengah diktatorlah. Harus A, ya A. Harus B, ya B. Banyak orang yang dikejar-kejar, dipaksa,” kata K.H. Ariman Anwar, salah satu santri Abuya Dimyathi sejak 1975, kepada Historia.

Golkar menjadi pemenang Pemilu 1971 secara nasional, termasuk di Pandeglang. Mereka menguasai parlemen dan pemerintahan. Mereka berupaya mempertahankan posisi itu pada pemilu selanjutnya.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

Baca Juga

Historia Lainnya

Trending