Rabu, 14 Zulhijjah 1441 H / 5 Agustus 2020

Protes Atas “Ikhwanul Muslimin Kepunyaan PKI”

Redaksi – Jumat, 31 Juli 2020 10:00 WIB

Eramuslim.com – Pada  akhir tahun 1991, melalui kolom surat pembaca di  Al Muslimun (majalah milik organisasi Persatuan Islam di Bangil), seorang sarjana sejarah bernama Abdul Rojak protes keras kepada Kuntowidjojo. Pasalnya orang yang mengaku sebagai pemerhati sejarah Islam di Indonesia tersebut tidak menerima sang budayawan menyebut “Ikhwanul Muslimin sebagai kepunyaan Partai Komunis Indonesia (PKI)” dalam sebuah bukunya: Paradigma Islam, Intepretasi untuk Aksi.

“Saya kecewa. Apa maksudnya Pak Kunto menyebut organisasi Islam terkemuka di dunia tersebut sebagai kepunyaan PKI?” tulisnya.

Lama sekali surat itu tak berbalas. Entah karena Kuntowidjojo tak membaca Al Muslimun  atau karena hal lain (terlebih saat itu dia diberitakan sedang sakit keras), yang jelas klarifikasi darinya tak kunjung tiba.

Sebulan kemudian, penerangan itu pun muncul juga. Namun bukan Kuntowidjojo yang menjawab melainkan budayawan Ajip Rosidi. Ajip membenarkan bahwa pada era kejayaannya sekitar 1960-an, PKI memang pernah memiliki sebuah sayap agama yang bernama Ikhwanul Muslimin.

“Ikhwanul Muslimin di situ memang bukan Ikhwanul Muslimin yang didirikan oleh Hasan al Banna dkk di Mesir, melainkan nama organisasi yang memang didirikan oleh PKI, di Indonesia…” ujar Ajip yang menuliskan penjelasan itu saat dia tengah berada di Jepang.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Baca Juga

Historia Lainnya

Trending