Selasa, 13 Zulhijjah 1441 H / 4 Agustus 2020

Ramadan Hamka di Penjara

Redaksi – Jumat, 15 Mei 2020 07:00 WIB

Eramuslim.com – Buya Hamka ditahan atas tuduhan bersekongkol akan membunuh Presiden Sukarno. Menjalankan ibadah puasa di penjara.

*

Ramadan 1964 merupakan cobaan berat datang bagi Buya Hamka. Suatu hari, dua petugas polisi datang menyambangi rumahnya. Hamka yang baru saja tiba dari mengisi pengajian di Masjid Al-Azhar, Jakarta Selatan dibuat terkejut. Polisi berpakaian preman itu datang membawa surat perintah penahanan, berdasarkan Undang-Undang Antisubversif atau Penpres No.11 dan No.13. Mereka juga menyatakan hendak mengadakan penggeledahan.

Seketika suasa menjadi riuh di kediaman Hamka. Tidak ada satupun anggota keluarga yang menyangka kejadian seperti itu akan menimpa kepala keluarganya. Diceritakan putra pertama Hamka, Yusran Rusydi, dalam Buya Hamka: Pribadi dan Martabat, istri Hamka yang ketika itu sedang sakit sampai tidak sadarkan diri setelah melihat Hamka dibawa ke Markas Besar Kepolisian.

“Saya lihat ayah merangkul bahu ummi. Kemudian dengan suara hati-hati berbisik, bahwa polisi itu bermaksud menahan, tapi tak lama karena ayah yakin tak bersalah apa-apa,” tuilis Yusran.

Situasi Politik

Hamka benar-benar dihadapkan dengan situasi yang amat berat. Dia terpaksa menghabiskan ibadah puasa di balik jeruji besi. Namun Hamka tidak sendiri. Sejumlah tokoh lain mendapat perlakuan yang sama. Bahkan ada yang diamankan jauh sebelum Hamka. Situasi politik kala itu rupanya yang menjadi sebab penderitaan Hamka dan keluarganya.

Mohammad Hatta pernah menyebut politik Demokrasi Terpimpin yang diterapkan oleh Sukarno pada periode 1960-an ini sebagai sebuah sistem diktator karena anti kritik. Dalam bukunya Ganti Rezim Ganti Sistim: Pergulatan Menguasai Nusantara, Sri Bintang Pamungkan menyebut banyak tokoh yang menjadi korban pada periode masa tersebut, di antaranya: Sutan Sjahrir, Anak Agung Gde Agung, Mohammad Roem, dan lainnya.

“Mereka ditangkap dan bahkan dipenjarakan, serta Masyumi dan PSI menajdi partai-partai terlarang,” tulis Sri Bintang.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Baca Juga

Historia Lainnya

Trending