Sabtu, 17 Zulhijjah 1441 H / 8 Agustus 2020

Sejarah dan Misteri Wilayah Ancol Jakarta

Redaksi – Senin, 7 Zulqa'dah 1441 H / 29 Juni 2020 08:00 WIB

“Di kawasan yang sangat luas itu benar-benar sangat sepi. Tidak ada akses yang memadai, belum ada pemukiman dan gelap karena belum ada listrik,” kenang Soekardjo dalam bukunya. Namun tak disangka pula jika Ancol akan dapat menjadi sebesar dan semegah sekarang.

Mbah Kondor si penguasa hutan Ancol

Sebelum tahun 1960an, kawasan Ancol dulunya merupakan hutan dan rawa-rawa. Manusia yang tinggal di sana hanya beberapa orang. Umumnya cuma nelayan dan pemilik tambak yang mau tinggal di Ancol.

Dulu di sana bertahta Mbah Kondor, sang penguasa Ancol. Mbah Kondor adalah raja monyet yang memimpin kelompok monyet di Ancol. Cerita soal Mbah Kondor itu dikisahkan Soekardjo Hardjosoewirjo.

Macaca fascicularis atau monyet mekak (macaque)

Soekardjo adalah orang yang memimpin proyek Taman Impian Jaya Ancol. Dialah yang membuka hutan belantara untuk dibangun kawasan Ancol mulai tahun 1962.

Ada istilah yang turut menyumbang konotasi seramnya kawasan tersebut yaitu Mbah Kondor.

Mbah Kondor adalah raja kera di kawasan itu tutur Soekardjo dalam buku Jejak Soekardjo Hardjosoewirjo di Taman Impian Jaya Ancol yang ditulis Sugianto Sastrosoemarto dan Budiono dan diterbitkan Kompas.

Nah, tahun 1962 sebelum proyek Ancol dimulai, banyak kawanan monyet di sana. Soekardjo pun beberapa kali memergoki Mbah Kondor dan anak buahnya. Tapi ketika para pekerja mulai menyemprotkan lumpur serta pasir untuk memperkuat tanah, semua monyet tiba-tiba menghilang secara misterius.

Soekardjo mendapat laporan dari mantri polisi yang ikut menjaga kawasan Ancol. Monyet-monyet itu ternyata dapat berenang menyebrang laut ke arah Pulau Seribu. Nelayan sempat tidak bisa melaut akibat migrasi monyet tersebut.

Macaca fascicularis atau monyet mekak

Soekardjo dan timnya sempat bertanya-tanya. Belakangan diketahui monyet-monyet itu pindah menghuni satu pulau sehingga pulau itu dinamakan pulau monyet.

Namun di masyarakat cerita seram soal hilangnya kera-kera itu pun beredar dalam berbagai versi. Sebagian menambah-nambahi bumbu sehingga cerita Mbah Kondor dan kawasan Ancol tambah seram. Apakah Mbah Kondor dan monyet-monyet itu benar-benar sakti sehingga bisa menyeberang laut?

Kawasan penyebaran monyet macaca fascicularis

“Jenis monyet macaca fascicularis atau monyet mekak yang berekor panjang memang adaptatif dengan lingkungan,” kata aktivis penye-lamatan primata Ipan Juanda.

“Jadi tidak menutup kemungkinan karena tinggal di pesisir mereka bisa berenang sebagai bentuk adaptasi dengan lingkungan,” jelas Ipan Juanda.

Ipan menambahkan tentunya dalam migrasi itu tidak semua monyet selamat menyeberang ke pulau terdekat.

Sebagian besar yang lemah akan mati tenggelam. Hanya yang kuat yang bisa bertahan hidup. Hal ini ilmiah, bukan mistis. “Monyet ekor panjang lebih bisa bertahan hidup. Beda dengan lutung atau owa yang hanya bisa hidup di pucuk pohon,” tambahnya.

Si Manis Jembatan Ancol

Untuk menuju kawasan pantai ancol yang dibelah oleh kali Ancol, dulunya ada sebuah jembatan goyang. Bukan karena keunikan bentuk bangunan atau ukuran jembatan ini, melainkan cerita di balik jembatan ini.

Dulu di daerah ini sangat sepi dan jarang penduduk, membuat kriminalitas sangat tinggi. Dikisahkan, pada masa lalu di zaman kolonial Belanda, ada seorang wanita diperkosa lalu dibunuh di daerah ini, kemudian jasadnya dibuang ke kali Ancol. Seiring dengan berjalannya waktu, peristiwa ini pun terkubur dan terlupakan.

Di tahun 60-an ketika daerah Ancol masih berupa empang-empang (tambak), seorang pendayung perahu pernah bertemu dengan Si Manis, julukan untuk sosok perempuan ini dan diyakini bernama asli Maryam.

Perempuan itu naik perahu malam-malam dan membayar pendayung tersebut, setelah tak berapa lama uang yang diberikan berubah menjadi daun dan wanita tersebut menghilang. Cerita ini didapat dari seorang fotografer keliling di Ancol yang sudah puluhan tahun disana.

Lukisan Si Manis jembatan Ancol

Pada suatu malam di tahun 1995, seorang pelukis di Ancol pernah didatangi seorang perempuan yang meminta dilukis.

Ketika itu sudah larut malam dan sang pelukis memang tidur di gelanggang seni Ancol dan di hari itu rintik gerimis pun mulai turun di daerah tepi pantai tersebut.

Sesuai permintaan perempuan itu maka sang pelukis mulai menyapukan kuasnya pada permukaan kanvas.

Namun, tak lama saat sang pelukis baru menggambar setengah bagian tubuhnya, perempuan itu menghilang.

Sang pelukis pun terperanjat heran, ia masih hafal sekali penampilan dan wajahnya, maka diteruskanlah melukis sebelum sosok wanita tersebut menghilang dari ingatannya, akhirnya lukisannya pun selesai. Sang pelukis dan banyak warga percaya bahwa perempuan yang minta dilukis itu adalah Si Manis Jembatan Ancol.

Sebenarnya siapakah Si Manis Jembatan Ancol tersebut? Berdasarkan tradisi lisan yang berkembang di masyarakat sekitar, Si Manis tersebut bernama Mariyam, namun ada juga yang mengatakan gadis itu bernama Siti Ariah atau juga Halimah yaitu seorang gadis manis kembang desa yang meninggal di kawasan jembatan Ancol dan jasadnya dibuang setelah sebelumnya diperkosa.

Karena kematian yang tidak wajar, akhirnya Mariyam menjadi ‘penunggu’ jembatan Ancol yang beberapa kali menampakkan diri pada orang-orang tertentu. Seperti yang pernah dialami oleh Anshori, penjual rokok di dekat pintu keluar Ancol. Anshori mengaku pernah melihat Siti Ariah dari dekat. Ia membuka pertama kali kios rokoknya di sini pada 1990, tepatnya di samping jembatan goyang.

pelukis si manis jembatan ancol

Saat itu malam Jumat, Anshori sedang menunggui kiosnya, agak gerimis. Sekitar pukul 1 pagi, lewat seorang perempuan.

Ketika sudah agak jauh, perempuan itu berbalik arah menghampiri kios Anshori sembari tersenyum. Anshori menyapa perempuan yang dikiranya calon pembeli dagangannya itu. Jarak Anshori dengan perempuan itu sangat dekat.

Menurut Anshori, perempuan itu berwajah manis, serta memakai kemeja kuning dan rok abu-abu. Setelah ditanya hendak belanja apa, perempuan itu menghilang. Meski tidak memakai pakaian serba putih, Anshori yakin perempuan itu adalah Si Manis Jembatan Ancol.

Dulu di kawasan ini ada Hotel Horizon Ancol, yang juga terletak di kawasan Ancol, pun tak lepas dari cerita. Di hotel ini sering terlihat wanita cantik yang melintas di depan mata tapi saat diperjelas wanita tersebut hilang entah kemana.

Hotel Horizon Ancol yang kini telah berganti manajemen dan nama menjadi Hotel Mercure adalah hotel paling tua di kawasan Ancol

← Halaman sebelumnya Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Baca Juga

Hoegeng, Polisi Anti Suap

Selasa, 23/06/2020 17:37

Historia Lainnya

Trending