Ahad, 9 Jumadil Awwal 1444 H / 4 Desember 2022

Bebek Lumpuh yang Berjalan Tertatih Tatih

Redaksi – Senin, 28 Safar 1444 H / 26 September 2022 07:55 WIB

by M Rizal Fadillah

Ketika usai acara di Surabaya menuju Madura singgah di Bangkalan dan makan siang di RM Nasi Bebek Sinjai. Karena penuh maka lama menunggu pesanan. Dua masalah yaitu pertama tidak ada pelayanan atau self service yang agak ruwet. Kedua, filosofi yang dikemukakan oleh teman ketua Muhammadiyah Jambi KH Buya Suhaimi yang menyatakan “usaha jalan, pengusaha jalan-jalan”. Sebagaimana umumnya usaha yang berkembang, pemilik dipastikan tidak ada di tempat. Masa bodoh.

Nasi bebek menjadi khasnya. Pemesan harus ambil sendiri makanan dan tentu antri serta bergerombol. Dari jauh seperti orang yang sedang berdemo. Agak kasar, seperti bebek yang berkumpul. Terbayang mereka yang antri dan bergerombol mengambil dana Bantuan Langsung Tunai (BLT). Privasi yang runtuh oleh kebutuhan.

Rakyat sering diperlakukan seperti bebek yang harus ikut segala kebijakan penguasa. Dipaksa untuk mengantri dan bergerombol. Diawasi oleh petugas saja, sementara “pemilik” kekuasaan tidak peduli, ia atau mereka tidak berada ditempat, berjalan-jalan. Meperhindari persoalan atau pergi untuk urusan yang tidak berhubungan dengan dagangan yang membuat rakyat antri dan bergerombol.

Sebenarnya penguasa yang tidak mampu memimpin adalah bebek lumpuh (lame duck) yaitu politikus yang segera pergi (outgoing politician) dan di saat ia akan digantikan oleh penerusnya maka pengaruh dirinya berangsur berkurang. Tetapi ia tetap berusaha mengambil keputusan walaupun keputusan itu kontroversial. Bebek lumpuh berusaha berjalan di tengah runtuhnya pengaruh kepemimpinannya.

Jokowi telah menjadi bebek lumpuh sekarang. Dua tahun lagi akan mengakhiri masa jabatannya. Berat menghadapi masa senja kekuasaan. Tertatih-tatih mengambil kebijakan tidak ajeg. Setelah menaikkan harga BBM yang mengguncangkan disusul dengan menerbitkan KeppresĀ  No. 17 tahun 2022 penyelesaian non yudisial pelanggaran HAM berat masa lalu.

Kepemimpinan kolektif yang kehilangan wibawa adalah kumpulan bebek lumpuh. Ditandai marak nya kasus hukum para pejabat publik, etika dan moralitas yang merosot, praktek korupsi di setiap tingkat, gaya hidup mewah yang menciptakan kesenjangan, serta kepatuhan keagamaan yang memprihatinkan. Dirigen yang salah dalam mengarahkan stik ritme orkestra. Jadinya berisik. Ngak ngik ngok.

 

 

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Rekomendasi

Sumber Kebahagian

Senin, 26/10/2009 07:42

Macam-Macam Manusia

Minggu, 01/06/2014 10:24

Shalat Shubuh di Pesawat Terbang

Jumat, 16/11/2007 16:30

Dalil Berambut Pendek dan Panjang

Jumat, 16/03/2007 10:13

Bahasa Cinta yang Sederhana

Selasa, 12/08/2008 05:34

"Selimut Cinta Untuk Ayah"

Senin, 27/04/2009 13:56

Baca Juga

Kudeta Sepi

Senin, 26/09/2022 07:33

DEWAN JENDERAL DAN DEWAN KOPRAL

Minggu, 25/09/2022 06:15

NABI KHONG ZI DAN KYAI PEWARIS NABI

Sabtu, 24/09/2022 06:42

KEPPRES KONTROVERSIAL JOKOWI

Jumat, 23/09/2022 08:09

Opini Lainnya

Trending