Rabu, 8 Rabiul Awwal 1444 H / 5 Oktober 2022

Ferdy Sambo Tersangka, Bakal Banyak Lagi Yang Terseret

Redaksi – Rabu, 11 Muharram 1444 H / 10 Agustus 2022 08:16 WIB

Oleh Asyari Usman –  Jurnalis Senior 

AKHIRNYA, Irjen Ferdy Sambo –polisi yang disebut-sebut lebih kuat dari Kapolri sendiri– ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Brigadir Yoshua (Brigadir J). Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, malam ini sekitar pukul 18.45, mengatakan dalam jumpa pers di Bareskrim bahwa Sambo memberikan perintah untuk menembak Brigadir J.

Penjelasan ini sesuai dengan pengakuan Bharada E (Eliezer) bahwa dia diperintahkan untuk menembak kolega sesama ajudan mantan Kadiv Propam itu. Kapolri juga menegaskan bahwa Timsus tidak menemukan adanya tembak-menembak seperti penjelasan awal yang disampaikan oleh pihak Kepolisian, termasuk Divisi Humas Polri.

Sejauh ini, kata Jenderal Listyo, jumlah personel Polri yang diamankan bertambah dari 25 menjadi 31 orang. “Dan kemungkinan akan bertambah,” kata Listyo. Berbagai sumber menyebutkan ada kemungkinan bertambah 82 orang lagi yang diduga tersangkut kasus pembunuhan ini.

Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim), Komjen Agus Andrianto mengnatakan Sambo dikenai pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman mati, hukuman seumur hidup, atau 20 tahun penjara. Dia juga kenal pasal 338, 55, dan 56.

Kalau dicermati reaksi yang sangat masif di tengah masyarakat terhadap pembunuhan Brigadir J, penetapan Sambo sebagai tersangka adalah salah satu yang diharapkan mengingat berbagai alasan. Alasan itu termasuklah sejumlah kejanggalan yang sangat mencolok dalam penjelasan awal Kepolisian tentang peristiwa yang menewaskan Brigadir J. Banyak yang tak masuk akal sehat. Selain itu, para petinggi Divisi Humas Polri sendiri berubah-ubah dalam merilis perkembangan kasus ini.

Publik menduga ada yang tak beres. Ada yang mengarang skenario untuk melindungi otak pembunuhan ini. Malam ini, semua terbongkar. Dan beberapa hari lalu, Bharada E yang pertama kali ditetapkan sebagai tersangka akhirnya menawarkan diri menjadi “justice collaborator” (kolaborator keadilan). Dia menceritakan kejadian yang sebenarnya kepada pengacaranya. Bharada E antara mengatakan bahwa tembak-menembak itu tidak ada.

 

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Baca Juga

DARI DUREN 3 MENUJU KM 50

Selasa, 09/08/2022 06:01

JANGAN LUPAKAN KEJAHATAN ISRAEL

Minggu, 07/08/2022 11:13

CABUT UU CIPTA KERJA SIALAN !

Sabtu, 06/08/2022 14:17

SEMAKIN DEKAT SKENARIO KM 50

Kamis, 04/08/2022 09:13

Kereta Cepat Akan Mangkrak?

Selasa, 02/08/2022 13:41

KOMNAS HAM SULIT DIPERCAYA

Selasa, 02/08/2022 08:40

Opini Lainnya

Trending