Ahad, 15 Muharram 1444 H / 14 Agustus 2022

Kotak Pandora IKN: Edy Mulyadi Dihantam Bertubi-tubi

Redaksi – Kamis, 22 Jumadil Akhir 1443 H / 27 Januari 2022 07:48 WIB

Atas kasus Edy Mulyadi ini memang terkesan seperti sebagai kasus tukar tambah Arteria Dahlan namun saya berharap tidak demikian dan pelaporan atas Edy Mulyadi bukan sebagai ajang pembalasan atas kasus yang menimpa Arteria Dahlan.

Kembali ke persolan utama, sebenarnya dalam kasus ini, Edy Mulyadi sedang mengkritik pemindahan IKN yang dinilainya terlalu terburu-buru dan tidak tepat baik menyangkut tempus maupun locus. Sebagai negara dengan sistem demokrasi dan berkedaulatan rakyat, dan disebut sebagai the open society, sangat wajar jika kebijakan publik dikritik oleh rakyat.

Pemindahan IKN dari Jakarta ke Kaltim telah menuai kontroversi yang belum berkesudahan. Oleh karena itu penyusunan UU IKN yang dinilai terlalu terburu-buru dan mengandung substansi yang diduga bertentangan dengan konstitusi, maka layak dikritisi oleh rakyat. Rakyat tidak boleh dibungkam untuk bicara. Namun, juga harus disadari bahwa kebebasan berpendapat itu juga dibatasi oleh hukum.

Banyak persoalan yang membelit pemindahan IKN, maka kita mestinya tetap konsen pada substansi perpindahan IKN bukan sibuk pada bunga-bunga, yang malah memperkeruh suasana, misalnya persoalan pencemaran nama baik, dugaan singgung SARA dll yang sebenarnya bisa kita selesaikan secara RJ atau mediasi saja.

Di rezim sekarang ini ada fakta terkesan tidak banyak oposisi yang berani lantang, namun sekalinya ada yang berani, mudah sekali masuk bui. Lalu bagaimana seharusnya perilaku yang “wajib” diperhatikan oleh para pengkritik kebijakan penguasa? Mengkritik penguasa itu bagi rakyat muslim hukumnya wajib, terkait dengan kewajiban amar ma’ruf nahi munkar.

Memang harus diakui, nasib pengkritik di masa rezim yang represif saya rasakan sangat memprihatinkan meskipun yang disampaikan benar adanya, apalagi tidak benar, atau mengandung unsur pencemaran nama baik, ujaran kebencian dll sangat besar kemungkinan masuk bui.

← Halaman sebelumnya Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3 4Lihat semua

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Rekomendasi

Rio

Senin, 09/08/2010 07:07

Beda Pajak dengan Zakat

Rabu, 18/10/2006 11:08

Bagaimana Bangkit dari Kebangkrutan

Jumat, 04/07/2008 05:38

Menikah Tanpa Pacaran

Rabu, 23/04/2014 13:37

Gula

Kamis, 18/09/2008 15:34

Kecelakaan Sejarah Di Barat

Jumat, 21/01/2011 09:48

Baca Juga

Bersiaplah untuk IKN yang Gagal

Kamis, 27/01/2022 06:11

Jangan Penjarakan Edy Mulyadi

Rabu, 26/01/2022 05:50

Opini Lainnya

Trending