Ahad, 9 Jumadil Awwal 1444 H / 4 Desember 2022

Membuka Kemungkinan PKB Dukung Anies Baswedan

Redaksi – Kamis, 28 Rabiul Akhir 1444 H / 24 November 2022 10:02 WIB

Membuka Kemungkinan PKB Dukung Anies Baswedan

Oleh: Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

SAAT ini, Anies Baswedan hanya butuh warga Nahdlatul Ulama alias NU. Sebab, ada tembok yang menghalangi Anies untuk masuk ke warga NU. Khususnya NU Jawa Tengah dan sebagian Jawa Timur.

Problemnya bukan pada Anies. Tapi, karena di Pilgub DKI 2017 Anies diusung oleh PKS dan didukung oleh Habib Rizieq Shihab (HRS), maka Anies harus menerima konsekuensi politiknya.

Hubungan NU dan PKS belum sepenuhnya pulih. Bagi PKS, mungkin tidak ada masalah. Tapi bagi NU, PKS dianggap sebagai ancaman bagi ritual dan ajaran NU. Juga ancaman bagi suara PKB.

Tuduhan sebagian warga NU bahwa PKS itu wahabi sudah mendarah daging. Padahal, PKS tidak punya hubungan baik ideologi, ajaran, maupun politik dengan wahabi. Butuh waktu untuk terus memberi penjelasan kepada warga NU tersebut.

Langkah PKS untuk mengadakan lomba kitab kuning, merayakan maulid nabi, mengadakan shalawat bersama ini bagian dari upaya PKS mendekati warga NU. Langkah ini sudah seharusnya dilakukan mengingat kantong suara NU cukup besar.

Sementara dengan HRS, ini terkait dengan Gus Dur di waktu lalu. HRS pernah dianggap “berseteru” dengan Gus Dur. Ini membuat warga NU, terutama kelompok Gus Dur-ian tidak terima. Luka lama ini seperti belum sepenuhnya sembuh.

Ketika PKS dan HRS mendukung Anies di Pilgub DKI 2017, maka luka sejarah seolah terasa kembali. Dari sini, muncullah stigma terhadap Anies sebagai tokoh yang diusung oleh kelompok garis keras. Anies dituduh sebagai orang yang memainkan politik identitas.

Pasalnya, sebagian para pendukung Anies terutama dari kelompok HRS menolak Ahok sebagai gubernur di antaranya karena alasan agama. Meski Anies sendiri sama sekali tidak pernah menyinggung soal agama terkait dengan pilgub maupun pilpres.

Stigma dan tuduhan terhadap Anies ini rupanya memang dirawat oleh kelompok politik tertentu. Tujuannya untuk menjegal Anies nyapres 2024. Analisis ini klir dan bisa diidentifikasi indikatornya.

Meski Anies sudah membuktikan kinerjanya lima tahun di DKI dengan mengayomi dan berlaku adil terhadap semua kelompok, stigma politik identitas belum sepenuhnya bisa dinetralisir terutama di sebagian kalangan warga NU Jateng dan Jatim.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Rekomendasi

AKKBB Tidak Mau Masuk Surga

Minggu, 22/06/2008 20:42

Memilih Bata Ekspos Yang Baik

Selasa, 24/02/2009 22:16

Syahadah Cinta

Kamis, 02/06/2011 06:48

Takdir dan Dosa

Minggu, 26/11/2017 17:09

Doa Kami Sepanjang Hari

Senin, 30/08/2010 06:25

Di Penghujung Ramadhan

Sabtu, 19/09/2009 08:14

Baca Juga

NEGARA KERAJAAN REPUBLIK INDONESIA

Kamis, 24/11/2022 07:50

MUKTAMAR BERMARWAH

Senin, 21/11/2022 06:09

Opini Lainnya

Trending