Selasa, 27 Zulqa'dah 1443 H / 28 Juni 2022

MENGAPA TIDAK BEREMPATI PADA 6 AYAH YANG PUTERANYA DIBUNUH DAN DISIKSA

Redaksi – Kamis, 22 Zulqa'dah 1443 H / 23 Juni 2022 14:19 WIB

by M Rizal Fadillah

Pemerhati Politik dan Kebangsaan

 

Kini meski masih berduka, Ridwan Kamil sudah mulai “ngabodor” yang membuat nitizen bingung antara harus tertawa atau sedih. Bodoran seperti lokasi makam Cimaung disebut Tigerwater, salah tulis Bern menjadi Berlin dikoreksi Bekasi, petazi’ah yang menyatakan mohon maaf lahir bathin dikomentari dikira halal bihalal, serta netizen yang khawatir trauma, jawabannya tidak phobia kecuali bayar hutang.

Ada nuansa empati berlebihan dalam peristiwa musibah tenggelamnya Emmeril Kahn Mumtadz putera Gubernur Ridwan Kamil. Kita tentu berduka dan simpati pada orang tua yang kehilangan putera tercintanya. Apalagi tenggelam saat berenang. Semoga Eril kembali dengan bahagia dan kedua orang tua sabar menerimanya. Tentu hal ini menjadi ujian berat bagi keluarga.

Tetapi fenomenanya menjadi sedikit terganggu, terutama pada saat penyambutan “semarak” yang berlangsung hingga pemakaman. Pengerahan anak-anak sekolah menjadi di luar kelaziman. Apalagi tersiar berita bahwa pengerahan tersebut bersumber atas surat resmi instansi atau dinas.

Tanpa harus menyinggung pertanyaan akan prestasi dan kontribusi Eril bagi kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara nyatanya prosesi itu dinilai berlebihan. Netizen yang banyak bersimpati sudahlah pasti, sementara yang mengkritisi juga ada. Hal yang biasa untuk penilaian baik atau buruk.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Baca Juga

Koalisi Koalisian

Kamis, 23/06/2022 12:00

AKTING CAK IMIN

Selasa, 21/06/2022 08:49

AKTING CAK IMIN

Senin, 20/06/2022 08:20

POST-TRUTH : ERA KEBOHONGAN

Minggu, 19/06/2022 18:34

Opini Lainnya

Trending