Jum'at, 30 Zulqa'dah 1443 H / 1 Juli 2022

MENGAPA TIDAK BEREMPATI PADA 6 AYAH YANG PUTERANYA DIBUNUH DAN DISIKSA

Redaksi – Kamis, 22 Zulqa'dah 1443 H / 23 Juni 2022 14:19 WIB

Ibrah atau pelajaran kesedihan dan rasa sayang orang tua pada putera yang meninggal karena musibah juga berlaku sama pada orang tua enam putera yang meninggal dibunuh dan disiksa aparat. Enam anggota laskar FPI yang tanpa dosa telah dihabisi. Sangat tragis. Orang tua itu merasakan lebih sakit lagi karena si pembunuh dan penyiksanya ternyata dilepaskan oleh Hakim Pengadilan di negara Pancasila.

Adakah simpati atau empati kita sama seperti meninggalnya Eril putera Gubernur Ridwan Kamil yang meninggal tenggelam saat rekreasi berenang ? Tentu tidak ! Karena orang tua keenam putera yang dibunuh dan disiksa itu bukan pejabat yang terkenal. Mereka orang biasa yang tidak punya kekuasaan dan kekayaan. Orang tua yang hanya mampu sekedar memberi makan anak-anaknya. Untuk menyekolahkan pun sudah teramat berat.

Adakah karangan bunga atau ucapan duka cita di media satu halaman ? Adakah penyambutan yang dikerahkan di sepanjang jalan ? Jika Eril diberi predikat syahid, adakah keenam putera yang meninggal itu berpredikat biasa-biasa saja ? Padahal mereka itu sedang mengawal gurunya, membela dengan nyawa atas ulama yang dihormati, mereka menjadi martir agar guru, pemimpin, ulama yang dijaganya dapat lolos dari pengejaran dan upaya pembunuhan oleh orang tidak dikenal ?

← Halaman sebelumnya Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3Lihat semua

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Baca Juga

Koalisi Koalisian

Kamis, 23/06/2022 12:00

AKTING CAK IMIN

Selasa, 21/06/2022 08:49

AKTING CAK IMIN

Senin, 20/06/2022 08:20

POST-TRUTH : ERA KEBOHONGAN

Minggu, 19/06/2022 18:34

Opini Lainnya

Trending