Rabu, 14 Rabiul Awwal 1441 H / 13 November 2019

Inilah 10 Fakta Tentang Pendidikan di Finlandia

Redaksi – Kamis, 7 Zulqa'dah 1440 H / 11 Juli 2019 08:00 WIB

Selain itu, anak-anak diberi kesempatan mendapat tidur berkualitas di pagi hari. Karena itu, jam sekolah baru dimulai pukul 09.00 atau 09.45 dan pulang pukul 14.00 atau 14.45.

Tujuh, tidak ada kompetisi

Sistim pendidikan Finlandia tidak mengenal kompetisi dan sistim peringkat. Tidak ada persaingan antar sekolah. Tidak ada istilah guru terbaik. Semua didorong bekerjasama satu-sama lain untuk kemajuan pendidikan.

Jadinya, tidak ada istilah sekolah unggulan, sedang yang lain buruk. Di Finlandia, semua sekolah harus maju dan berkembang. Dan yang lebih penting, tidak ada istilah “siswa bodoh”.

Delapan, berbasiskan kesetaraan

Dengan sokongan negara yang sangat kuat untuk pendidikan, termasuk mendanai seluruh sekolah, Finlandia bisa mewujudkan slogan “pendidikan untuk semua”.

Segregasi sosial berhasil dihindarkan berkat tidak adanya pengistimewaan terhadap anak-anak dari kalangan tertentu melalui sekolah-sekolah elit. Juga tidak ada kompetisi yang mendikomoti sekolah unggul dan buruk, anak pintar dan tidak pintar, kaya dan miskin, dan lain-lain.

Sembilan, serikat guru yang kuat

Guru-guru di Finlandia sangat terorganisir. Menurut New York Times, 95 persen guru Finlandia bergabung dalam serikat. Dan mereka bersedia menyerahkan 1,2 persen dari gajinya untuk mendanai serikat.

Serikat inilah yang menjadi alat guru-guru untuk memperjuangkan hak-haknya, seperti gaji, tunjangan dan lain-lain. Serikat juga menjadi corong untuk menyuarakan persoalan pendidikan.

Sepuluh, metode pengajaran yang inovatif

Sekarang ini Finlandia sedang menjalankan revolusi metode pengajaran, yakni mulai menggantikan metode konvensional “mengajar dengan subjek” menjadi “mengajar dengan topik/fenomena”.

Dalam metode lama, siswa belajar dengan satu subjek tertentu per mata pelajaran, seperti sejarah, geografi, fisika, matematika, bahasa dan lain-lain. Dalam metode yang baru, pengajaran berbasiskan topik atau fenomena, pelajar akan belajar banyak subjek sekaligus. Sebagai misal, topik tentang Uni Eropa, di dalamnya ada soal sejarah, geografi, bahasa dan ekonomi.

***

Begitulah sistim pendidikan Finlandia yang diganjar pujian oleh banyak orang. Sebetulnya, filosofi pendidikan ala Finlandia itu bukan hal yang baru. Gagasan bapak pendidikan nasional kita, Ki Hadjar Dewantara, banyak miripnya dengan model pendidikan Finlandia itu. Hanya saja, selama ini kita memunggungi ajaran Ki Hadjar, sembari memeluk pendidikan berorientasi pasar. (ts/berdikarionline)

← Halaman sebelumnya

Halaman 1 2 3

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

Baca Juga

Tahukah Anda Lainnya

Trending