Kamis, 6 Jumadil Awwal 1444 H / 1 Desember 2022

Piala Presiden 2018 dan Berkah Untuk Anies

Eramuslim.com – Saat ini adalah tahun politik. Tahun dimana parpol mulai memasang muka malaikat kepada rakyat. Yang biasanya berkumpul dengan para preman, menista ulama, sampai berdoa dengan sesajen, tiba-tiba ganti chasing, mengenakan baju koko putih, peci, dan tutur sapanya lembut plus ucapan Assalamu’alaikum dan doa-doa lainnya. Bibirnya sekarang kalau bicara dengan rakyat atau di depan wartawan, diusahakan selalu bergerak-gerak agar dikira tengah zikir. Entah, beneran zikir atau mengunyah permen karet.

Ada calon dari parpol pendukung penista agama, yang tahun lalu terang-terangan iktan menghina ulama, tiba-tiba pasang spanduk duluan dan, jreeng…!, lengkap dengan kerudung putih. Dalam berbagai spanduknya, perempuan muda yang masih hijau ini menyeru rakyat agar menjauhi korupsi, namun dia agaknya lupa jika parpolnya sendiri tidak mau menjelaskan asal muasal sumber dananya.

Hari-hari ini adalah hari dimana para politikus mendekati rakyat, merayu rakyat, dan berusaha keras agar dipercaya rakyat. Even lima tahun sekali dalam pesta oligarki yang dikatakan sebagai pesta demokrasi ini adalah even dimana suara rakyat sangat diharapkan parpol. Dan tiba-tiba saja ada peristiwa pencegatan Gubernur DKI Anies Baswedan yang dilarang ikut mendampingi Presiden Jokowi untuk memberi piala kepada squad Persija yang keluar sebagai pemenang Piala Presiden 2018. Padahal, calo karcis Stadion Bung Karno pun tahu jika Anies Baswedan adalah Tuan Rumah acara itu.

Kontan, tindakan penzaliman terhadap Anies Baswedan tersebut menjadi viral. Ribuan bahkan jutaan warga DKI Jakarta dan juga seluruh Nusantara menjadi tahu dan rasa keadilannya tersengat. Sebegitu ngawur dan konyolkah para pejabat yang terkait sehingga tanpa rasa malu sedikit pun menghadang Gubernur DKI Anies Baswedan selaku Tuan Rumah untuk turun ke lapangan?

Bagi orang yang tidak punya harga diri, kejadian itu dianggap remeh dan tidak perlu diributkan. Tapi bagi yang masih belum gila, bagi yang masih memiliki rasa keadilan, empati, dan anti kezaliman, tentu hal ini bukan kejadian yang sepele. Jutaan rakyat mengamuk di media sosial, membela seorang Anies Baswedan.

Anies Baswedan sendiri, seperti yang sudah-sudah, mengaku tidak memusingkannya. Padahal, siapa pun tahu, hatinya remuk dan sedih. Ini bukan soal uang. Tapi ini soal izzah seorang tuan rumah, yang kalau terjadi di Madura, bisa ditantang Carok sampai mati siapa pelaku yang menghina harga dirinya. Anies Baswedan tetap tampil dalam ketenangan dan tindakan yang sangat terukur.

Banyak pengamat politik menilai, kejadian yang sungguh memalukan ini mau tidak mau akan menggerus elektabilitas Jokowi. Dan sebaliknya, popularitas Anies Baswedan pun naik, benar-benar meroket ke atas, bukan meroket ke bawah seperti yang selama ini terjadi.

Bagi orang beriman, semua kejadian terjadi atas izin Allah Swt. Makaru wa Makarallah. Manusia bisa saja menyiapkan tipu daya, namun sebaik-baiknya tipu daya adalah dari Allah Swt.

Gubernur DKI Anies telah dizalimi. Harga diri warga Jakarta telah diinjak-injak dan dilecehkan degan konyol. Dan hukum semesta pun terjadi, Anies menjadi idola baru bagi rakyat Indonesia. Dan tetangga sebelah, yang waktu kejadian sebenarnya bisa saja memanggil Anies untuk turun ke lapangan, popularitasnya meroket ke bawah alias nyungsep. Semoga, ke depannya Indonesia sungguh memiliki pemimpin yang benar-benar pemimpin. Amiin. []

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Baca Juga

Ibu Negara Yang Hebat

Jumat, 08/09/2017 14:30

Merdekanya Udahan…

Jumat, 18/08/2017 07:00

Editorial Lainnya

Trending