Ahad, 2 Zulhijjah 1443 H / 3 Juli 2022

Matahari yang mendekat ke Kepala Manusia Di Padang Masyar Sebabkan Banjir Keringat

matahariEramuslim.com – Matahari yang amat besar – bukanlah matahari dunia yang telah digulung, pudar cahayanya dan telah hilang-  yang diperintahkan Allah SWT untuk mendekat dan berada di atas kepala hamba-hamba Allah di padang mahsyar.

Padang mahsyar tidak diketahui volume dan luasnya kecuali oleh Allah SWT. Itulah yang mampu menampung semua makhluk mulai dari yang awal hingga yang akhir, baik dari bangsa manusia, jin, binatang liar, dan burung-burung ditambah dengan bangsa malaikat yang dimuliakan Allah SWT.

Begitu juga dengan matahari yang berada di atas kepala hamba-hamba Allah yang tidak diketahui volume dan kekuatan lidah api dan panasnya kecuali Allah SWT.

Manusia tiba di tempat yang telah ditentukan oleh Allah SWT dengan digiring sangat cermat dan teratur, seperti terlihat dalam Firman Allah SWT:

50:21

“Setiap  orang akan datang, bersama (malaikat) penggiring dan (malaikat) saksi.” (QS Qaf: 21)

Manusia-manusia akan digiring oleh malaikat yang bertugas menggiring mereka ke tempat yang telah ditentukan di padang mahsyar dan malaikat yang memberi kesaksian atas semua amal perbuatannya pada hari kiamat. Kemudian, Allah SWT segera memerintahkan kepada matahari untuk datang dan mendekat dan terus mendekat sampai tempat yang telah ditentukan, yaitu diatas mereka dengan jarak satu mil dari permukaan bumi (padang mahsyar). Matahari- yang dapat mendidihkan otak manusia karena suhunya yang sangat tinggi- akan bereaksi dengan tubuh-tubuh manusia yang telah ditetapkan oleh Allah SWT atasnya untuk tidak mati.

Di sinilah hakikat siksa yang sebenarnya dan benar-benar menyiksa. Meskipun kita menafsirkan, menteliti, atau menjelaskan sejauh mana siksaan tersebut dirasakan, akal kita tidak akan sampai pada hakikat siksaan yang akan diperoleh jiwa dan tubuh manusia karena kedekatan manusia dengan matahari di atas kepala mereka dalam jarak yang sangat dekat ini.

Manusia mendapatkan banyak tempat berteduh dan menjalani kehidupan nyaman dan menyenangkan di dunia. Tetapi, ketika terkena sengatan sinar matahari yang jaraknya dengan bumi mencapai 94 juta mil (bukan satu mil seperti di padang mahsyar), mereka bisa merasakan pusing kepala atau pingsan dan demam hingga kehilangan keseimbangan.

Terkadang, Anda dapat melihat bagaimana seseorang menutupi dan melindungi diri mereka dari sengatan sinar matahari dengan tangannya, lalu berlarian menuju tempat berteduh yang dapat melindunginya dari sengatan panas matahari tersebut. Dengan begitu ia telah terlindungi dari sengatan sinar matahari yang sangat panas. Tapi apa yang dilakukan makhluk-makhluk tersebut dengan matahari yang hanya berjarak satu mil di atas kepala mereka?

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Baca Juga

Suasana Cuaca di Surga

Sabtu, 13/11/2021 10:45

Hadits Lainnya

Trending