Kamis, 6 Jumadil Awwal 1444 H / 1 Desember 2022

Katanya Setan Dikurung Saat Ramadan, Kenapa Masih Banyak Maksiat?

Eramuslim – Kita sering mendengar istilah setan dibelenggu atau dikurung saat bulan Ramadan. Pernyataan ini juga sering diungkap dalam ceramah, tablig akbar, atau dalam pemberitaan saat bulan Ramadan.

Pernyataan itu memang sesuai dengan bunyi hadits yang diriwayatkan Imam Muslim dari Yahya bin Ayyub, Qutaibah, dan Ibnu Hajar. Mereka meriwayatkan hadits ini dari Ismail bin Ja’far, dari Abu Suhail, dari ayahnya Abu Hurairah yang dikemukakan langsung oleh Nabi Muhammad, berbunyi:

Jika bulan Ramadan datang, maka pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu,” ujar Nabi dalam hadits yang bisa dijamin kesahihannya.

Dari hadits itu ada pertanyaan menggelitik di mana jika benar setan-setan dibelenggu dan dikurung, lalu mengapa masih banyak manusia yang maksiat dan berbuat dosa? Bukankah selama ini setan yang mendorong manusia melakukan dosa?

Mengutip laman Nu Online, menjawab pertanyaan ini ada berbagai versi karena makna hadits ini ulama memiliki pendapat yang berbeda.

Jika berdasarkan kitab Al-Halimi yang dikutip Badruddin Al-Aini dalam Umdatul Qari, hadist ini bermakna setan senantiasa mencuri informasi dari langit. Tapi pada bulan suci Ramadan mereka tidak bisa melakukan itu, karena dibelenggu termasuk tidak bisa menggoda manusia.

Dalam artian menggoda, setan tidak bisa leluasa menggoda manusia, karena pada bulan Ramadan manusia sibuk berdzikir, membaca alquran, dan sebagainya.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Baca Juga

Bersabarlah Terhadap Ketetapan Allah

Selasa, 05/05/2020 14:00

Tafakur Lainnya

Trending