Rabu, 5 Zulhijjah 1443 H / 6 Juli 2022

3 Tingkatan Ikhlas dalam Beribadah

Eramuslim – An-Nawawi di kitab Syarh al-Arba’īn menjelaskan bahwa hadis di bawah ini menjadi dalil kuat akan pentingnya niat yang tulus (ikhlas) dalam setiap amal perbuatan.

Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari ’Umar bin Khatthab r.a., bahwasanya Rasulullah saw. bersabda:

إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى.

Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang diniatkannya.” (HR Bukhari & Muslim).

An-Nawawi juga menerangkan tentang adanya tiga tingkat keikhlasan seorang hamba, yaitu: pertama, beribadah karena takut akan siksa Allah SWT. An-Nawawi menamakan tingkatan ini dengan ’ibādatul-’abīd; ibadah para budak. Kenapa? Karena yang seperti ini, sebagaimana mental seorang budak mematuhi perintah hanya karena takut disiksa oleh Tuhannya.

Kedua, beribadah karena mengharapkan surga dan pahala dari Allah SWT. Tingkatan ikhlas ini oleh An-Nawawi disebut sebagai ’ibādatut-tujjār; ibadah para pedagang. Sebab, seperti halnya pedagang yang selalu mencari keuntungan, orang-orang yang berada pada tingkatan ini juga hanya memikirkan keuntungan dalam ibadahnya.

Ketiga, beribadah karena malu kepada Allah SWT dan demi memenuhi keharusannya sebagai hamba Allah yang bersyukur disertai rasa khawatir sebab amal ibadahnya belum tentu diterima di sisi-Nya.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Rekomendasi

Ketika Ahokers Kalap

Rabu, 19/10/2016 10:17

Jaring Maya yang Menyesatkan

Sabtu, 31/10/2009 08:16

‘Dia’ Gagal Memimpin

Selasa, 18/06/2013 10:54

Box Oranye yang Trendi

Minggu, 16/12/2012 07:33

Sabar Dalam Kenikmatan

Minggu, 14/08/2011 02:50

10 Wasiat Allah untuk Manusia

Kamis, 15/10/2009 12:23

Baca Juga

Tafakur Lainnya

Trending