Jum'at, 14 Jumadil Awwal 1444 H / 9 Desember 2022

Kenapa Allah tak Jadikan Keturunan Nabi Adam Sama?

Eramuslim – DALAM kitab al-Zuhd, Imam Ahmad bin Hanbal memasukkan sebuah riwayat tentang Nabi Adam yang bertanya kepada Allah tentang perbedaan kedudukan yang terjadi di antara anak-cucunya. Berikut riwayatnya:

Abdullah bercerita, ayahku bercerita, Abdus Shamad bercerita, Abu Hilal bercerita, Bakr bercerita kepada kita, ia berkata:

Ketika diperlihatkan kepada Adam alaihissalam (kehidupan) keturunannya (kelak), ia melihat keutamaan (yang dimiliki) sebagian mereka terhadap sebagian (lainnya).

Adam berkata: Wahai Tuhan, kenapa Kau tidak menyamakan di antara mereka (saja)?

Allah menjawab: Wahai Adam, sesungguhnya Aku sangat senang jika Aku disyukuri. (Imam Ahmad bin Hanbal, al-Zuhd, Kairo: Dar al-Rayyan li al-Turats, 1992, h. 61)

Kelebihan atau keutamaan yang dimaksud bukan melulu soal kaya-miskin dan tampan-jelek, melainkan kelapangan hidup yang mengarah pada kebahagiaan abadi. Sebab, di posisi apa pun manusia berada, manusia memiliki masalahnya sendiri-sendiri, dan manusia memiliki kebahagiannya sendiri-sendiri. Belum tentu orang miskin lebih banyak masalahnya dari orang kaya. Begitu pun sebaliknya, belum tentu orang kaya lebih sedikit masalahnya dari orang miskin. Karena itu, jika keutamaan (kelebihan) yang dimaksud hanya soal kaya-miskin dan tampan-jelek, orang-orang hanya akan bersyukur ketika mendapatkan dua hal itu. Padahal Allah berfirman (QS. Ibrahim: 7):

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Baca Juga

Tiga Golongan Penghuni Surga

Selasa, 06/08/2019 17:00

Gempa Bumi, Apakah Teguran Allah?

Selasa, 06/08/2019 16:00

Levelisasi Keimanan

Senin, 05/08/2019 16:00

Ramadhan Dan Para Pahlawan

Selasa, 04/06/2019 09:30

6 Persoalan Hidup Menurut Al-Ghazali

Senin, 28/08/2017 10:30

Tafakur Lainnya

Trending