Ahad, 15 Muharram 1444 H / 14 Agustus 2022

Kisah Kusni Kasdut, Perampok Legend yang Pernah Ikut Pertempuran 10 November Surabaya

Eramuslim.com – Jauh sebelum peristiwa perampokan Museum Nasional Jakarta (1963) yang membuat namanya melegenda, Kusni Kasdut adalah pejuang kemerdekaan. Tidak banyak yang mengetahui cerita itu. Yang dipahami banyak orang, Kusni yang pernah mengenyam sekolah tekhnik adalah seorang penjahat besar yang ditakuti.

Merampok museum nasional. Menembak mati polisi Semarang. Menculik dokter Tionghoa di Surabaya. Membunuh miliader keturunan Arab di Jakarta, dan berkali-kali kabur dari penjara. Di masa penjajahan Jepang sebelum Indonesia merdeka, Kusni adalah prajurit Heiho, tentara bentukan Jepang.

Sebagai tentara di batalyon Matsumura Malang, ia banyak digembleng ilmu perang . Mengoperasikan senjata, mempelajari ilmu penyamaran, bertempur, menyabotase, bergerilya. Pangkat terakhirnya Jokotei. Saat Jepang bertekuk lutut, Kusni masuk ke dalam barisan pejuang Badan Keamanan Rakyat (BKR), cikal bakal Tentara Nasional Indonesia.

BKR didirikan empat hari setelah Soekarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan. Saat itu, kabar Proklamasi Kemerdekaan di kalangan pejuang lebih dulu tersebar. Euforia kemerdekaan sontak meluber ke mana-mana. Di jalan jalan, lazim terlontar pekik merdeka. Tidak terkecuali di Malang. Tempat Kusni berjuang sekaligus bertempat tinggal.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3 4 5

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Rekomendasi

KOMPLIKASI KRONIS DIABETES MELITUS

Jumat, 23/11/2018 18:48

Tabungan Keluarga

Senin, 14/06/2010 11:30

Sebuah Kisah Dari Kampung Jilbab

Kamis, 09/04/2009 06:37

Semoga Mereka Naik Kelas

Kamis, 08/02/2007 05:43

Maafkan Ketidakpekaan Ini

Kamis, 01/10/2009 14:09

Baca Juga

Kisah Lainnya

Trending