Jum'at, 14 Jumadil Awwal 1444 H / 9 Desember 2022

Renovasi Rumah Yang Menempel Pada Pagar Batako

Assalamualaikum..wr…wb…

Singkat saja, Saya memiliki rumah tipe 54 dengan bentuk tanah memanjang, lebar 7 meter panjang 20 meter, pada bagian belakang masih ada tanah kosong & dipagar dinding batako setinggi sekitar 2 meter. Saat ini Saya berencana utk memperluas bangunan di bagian belakang tanah kosong tsb dgn merapatkan ke salah satu dinding pagar, dimana dinding rumah dari bata tsb menempel pada dinding pagar batako.

Yang menjadi pertanyaan saya apakah tidak beresiko terjadi rembesan / bocor pada dinding yg menempel tsb dan bagaimana mengatasinya?…

Wassalam….

Wa alaikumussalam Wr.Wb.

Mas Afaf rahimakumullah, rencana anda menambah bangunan dengan menempelkan dinding bata dengan dinding pagar batako yang sudah berdiri kasusnya tidak berbeda pada saat kita membangun rumah yang berhimpit dengan rumah tetangga yang telah berdiri lebih dahulu dan menggunakan material batako.

Tidak ada masalah jika dinding rumah kita langsung menempel pada dinding tersebut asalkan tidak terdapat celah diantara keduanya, justru permasalahannya adalah pada dinding bata baru yang akan dipasang apakah konstruksinya sudah sesuai dengan ketentuan atau belum.

Permasalahan rembes pada dinding biasanya terjadi oleh faktor masuknya air ke dalam dinding dari arah bawah, samping atau atas.

Rembes dari bawah disebabkan naiknya air tanah secara kapiler ke dalam dinding. Cara mengatasinya dengan membuat pasangan trasraam yaitu campuran 1 semen : 3 pasir pada pasangan bata di atas sloof setinggi 20 – 40 cm. Sedangkan untuk pasangan bata di atas trasraam campurannya adalah 1 semen : 6 pasir, atau 1 semen : 3 kapur : 10 pasir. Pasangan trasraam ini juga dibuat pada bagian-bagian lain yang selalu basah atau selalu terkena air seperti dinding kamar mandi, tempat cucian dan dinding di luar yang tidak terlindung atap. Untuk dinding kamar mandi pasangan trasraam dapat dibuat dengan ketinggian sampai dengan 1,50 m dari atas lantai.

Rembes dari samping biasanya karena ada celah pada saat pemasangan dinding bata dengan dinding tetangga yang sudah berdiri atau dinding yang masih berdiri sendiri (tidak menempel pada dinding tetangga). Jika masalahnya pada dinding yang bercelah, maka bagian atas kedua dinding tersebut harus ditutup dengan seng atau karpet talang, kemudian baru ditutup dengan plesteran. Jika masalahnya karena dinding yang berdiri sendiri tidak terlindungi dari panas dan hujan sehingga menimbulkan keretakan halus yang membuat air merembes, maka dinding tersebut harus ditutup dengan plesteran yang dicampur dengan water proofing. Atau jika kondisinya sudah diplester, maka harus dilapis lagi dengan water proofing sehingga pori-pori atau keretakan dinding tertutup dari rembesan air.

Rembes dari atas disebabkan kurang sempurnanya konstruksi talang yang merupakan jalur pembuangan air cucuran dari atap sehingga masuk ke sela-sela pertemuan dinding dengan talang. Hal ini terjadi jika menggunakan talang dari seng yang tidak ditekuk kearah luar dinding. Masalah ini juga sering timbul karena lebar talang tidak mampu menampung debit air hujan yang turun serta derajat kemiringan talang tidak cukup sehingga air meluap dan merembes ke dalam dinding. Jika menggunakan talang beton, kemungkinannya juga karena waterproofing pada sudut pertemuan dinding dengan talang yang kurang sempurna ditambah dengan lebar talang dan kurangnya derajat kemiringan talang. Cara mengatasinya dengan memperbaiki konstruksi talang tersebut sehingga air tidak meluap dan masuk ke celah-celah dinding.

Selain mengatasi permasalah dinding agar tidak rembes ada beberapa hal lain yang harus diperhatikan pada saat pemasangan bata yaitu :

  • Bata harus dibasahi sampai gelembung udara dalam bata ke luar semua
  • Tidak boleh ada perekat tegak yang merupakan satu garis lurus dari bawah sampai ke atas. Untuk pasangan ½ batu selisih perekat tegak ½ batu dan untuk pasangan 1 batu selisih perekat tegak ¼ batu.
  • Potongan bata yang kurang dari ½ batu sebaiknya tidak dipergunakan lagi
  • Ketinggian pemasangan bata setiap harinya tidak lebih dari 1 m agar perekat mengering sempurna
  • Untuk memperoleh pasangan bata yang tegak dan lurus, dipakai bantuan batang kayu yang dipasang berdiri tegak lurus pada kedua tepinya.

Demikian Mas Afaf jawaban dari permasalahan anda, mudah-mudahan rencana pengembangan rumah anda dapat berjalan dengan lancar dan mendapatkan kemudahan dari Allah SWT.

Wassalamu ‘alaikum Wr.Wb.

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Baca Juga

Menyatukan Dua Rumah Type 36

Selasa, 08/09/2009 21:23

Memilih Warna Cat untuk Rumah

Senin, 07/09/2009 10:00

MCK untuk Tetangga

Rabu, 26/08/2009 13:18

Desain Gerai Mainan Anak-Anak

Kamis, 13/08/2009 21:21

Rumah Mungil di Lahan 10 x 10 M2

Rabu, 05/08/2009 15:06

Rumah Untuk Nenek Di Lahan 60 M2

Sabtu, 01/08/2009 13:26

Konsultasi Arsitektur Lainnya

Trending