Rabu, 12 Jumadil Awwal 1444 H / 7 Desember 2022

Karyawan atau Wirswastawan ?

Assalamu’alaikum wr wb,

Saya Heru, sudah lebih dari 4 tahun bergelut di bidang service (customer service) dan sebelumnya di bidang-bidnag yang memang berkutat yang berhubungan dengan orang (marketer dan store supervisor). Saya menikmati semua pekerjaan itu, terutama di bidang pelayanannya – seperti ada kebahagiaan tersendiri ketika saya berhasil membantu orang menyelesaikan masalahnya atau bisa memberikan informasi yang dibutuhkannya.

Sekarang saya sangat berhasrat sekali untuk memulai usaha sendiri. Pertimbangannya lebih kepada kebebasan bekerja, waktu bekerja (balancing antara urusan dunia & investasi akhirat), membantu diri sendiri serta orang lain dalam mendapatkan penghasilan (tetap berpenghasilan).

Sudah beberapa bulan yang lalu. Embrio usaha yang mau saya tekuni ada beberapa macam. Yang pertama busana muslim khusus pria (Koko modern – begitu saya menyebutnya), kedua makanan (rumah makan) dengan andalan racikan resep sendiri dan ketiga hiasan/mainan anak-anak (buatan sendiri).

Pertanyaan saya : Apakah saya harus memilih salah satu darinya ? Apakah harus tetap bekerja dengan orang lain sebagai "back up" selama usaha itu berjalan ? (banyak pendapat yang saya terima, katanya kalo mau usaha jangan keluar dulu dari kerjaan formal/kantor) padahal saya berniat membuka usaha tersebut di  luar kota saya tinggal sekarang dan terakhir bagaimana mendapatkan permodalan yang sesuai syariah Islam ?

Terima kasih, Wassalamu’alaikum wr wb 

Wa’alaikumussalam Wr.Wb.

Saudaraku Heru yang dirahmati Allah

Menjadi karyawan atau menjadi pengusaha sama-sama baik dan kalau diniatkan karena Allah maka akan bernilai ibadah. Bedanya adalah pada pilihan yang kita buat dan kita bebas untuk memilih menjadi apa dalam hidup ini. Oleh karena itu pilihlah yang terbaik dalam hidup ini agar hidup kita menjadi lebih baik.

Ada dua saran yang saya berikan kepada para karyawan yang ingin berbisnis, saya menyebutnya sebagai EXIT STRATEGY,  yaitu:

Pertama: Cuti diluar tanggungan perusahaan. Anda bisa cuti beberapa waktu untuk memulai bisnis yang Anda idam2kan. Tapi, hari ini Anda cuti, hari ini juga bisnis sudah berjalan. Jangan pada saat cuti Anda masih bingung mau bisnis apa? Ketika Anda menjalankan bisnis ternyata 6 bulan bangkrut. Nah Anda bisa balik lagi bekerja ke kantor tanpa khawatir sesuatu menimpa masa depan anak dan istri Anda. Sebagai catatan pada saat Anda cuti, Anda harus memiliki tabungan untuk membiayai gaya hidup Anda dan keluarga saat ini satu tahun.

Kedua: Sambil bekerja Anda bisa sambil membangun bisnis yang Anda idam2kan. Lakukan pengecekan setiap pulang kerja. Cari orang yang ahli dan Anda percaya untuk mengelola bisnis tersebut tapi jangan percayakan uangnya karena uang tidak ada agamanya dan tidak ada saudaranya. Uang adalah darah dalam bisnis. Apabila terjadi pendarahan dapat dipastikan cepat atau lambat bisnis akan mati. Kapan Anda harus keluar dari pekerjaan? Saran saya kalau penghasilan Anda dari bisnis Anda sudah konstan 2x dari gaji Anda perbulan saat ini, ITULAH WAKTUNYA. Mengapa? Ya Anda bekerja full time hanya digaji seperti sekarang ini. Sedangkan bisnis sambilan Anda dimana Anda tidak terlibat sudah 2x gaji Anda. Kalau Anda fokus…………………BISA ANDA BAYANGKAN? Semoga bermanfaat.

Perdalam pengetahuan Anda tentang bisnis dan entrepreneur dengan mengunjungi www.bisnis2121.com atau klik disini

Valentino Dinsi – Spiritual Entrepreneur – www.8rahasia.com

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Baca Juga

Lebih Fokus Dimana?

Jumat, 06/03/2009 10:22

Langkah Awal Memulai Bisnis Online..

Jumat, 06/03/2009 10:09

Menjadi Broker Properti

Jumat, 06/03/2009 09:49

Strategi Pemasaran Pulsa Online

Rabu, 11/02/2009 10:57

hubungan usaha dengan syariat Islam

Rabu, 11/02/2009 10:48

Spiritual Entrepreneur Lainnya

Trending