Rabu, 9 Rajab 1444 H / 1 Februari 2023

Anak yang Menganiaya Ibu Kandungnya

Assalamualaikum wr, wb.

Bu sa ya mau bertanya pada Ibu,

Saya mempunyai calon isteri yang sangat saya kasihi, tapi sikapnya itu selalu menganiaya (menzolimi) ibunya. Pada suatu ketika ibunya menderita sakit yang sangat parah sampai sampai harus dirawat dirumah sakit yang sangat lama.

Tetapi anaknya (calon isteri saya) tidak perduli dengan sakit yang diderita oleh ibu yang melahirkannya, sampai dokter dirumah sakit menyarankan agar di bawa pulang saja kerumah. Pernah ibunya mengatakan bahwa anak itu adalah titipan Allah beliau telah mengajarkan kebaikan tapi anaknya tidak mau ikut apa yang diajarkan oleh ibunya seperti mengaji dan sholat.

Sampai beliau meminta saya untuk memanggil anak-anak yatim untuk membacakan yasin demi kesembuhan beliau tapi setelah saya bawa anak yatim yang saya santuni anak-anak beliau pada marah. Sampai akhirnya Ibu dari calon isteri saya meninggal dunia tanpa ditunggui oleh anak-anaknya.

Yang menjadi pertanyaan saya apakah saya pantas berkeluarga dengan dia? Menurut pandangan Ibu.

Terima kasih atas konsultasi yang ibu berikan

Wassalaamu’alaikum wr, wb.

Assalamualaikum wr. wb.

Anak kandung yang kerap menzhalimi ibu kandungnya, bisa dikategorikan sebagai anak durhaka. Apalagi ketika ibu kandungnya tengah sakit hingga menjelang wafatnya, sang anak tidak menunjukan keperduliannya sama sekali. Saya sungguh memahami keprihatinan anda sebagai perempuan yang memiliki calon suami yang tampaknya tidak memperdulikan ibu kandungnya.

Sebagai calon pendampingnya kelak, pantas anda merasa agak khawatir dengan ahlak calon suami anda tersebut. Sesungguhnya sikap seseorang pada ibu kandungnya dapat dijadikan ukuran seseorang terutama laki-laki dalam menghargai perempuan. Bagaimana seseorang dapat mengasihi dan menghargai isterinya kelak yang notabene adalah ¡orang lain¢, bila ibu kandungnya yang melahirkannya saja sama sekali tidak dikasihi dan dihargainya?

Namun ada baiknya anda ketahui latar belakang dari sikap dzhalim calon suami kepada ibunya. Karena saya yakin sikapnya tersebut memiliki sebab yang pada akhirnya mungkin bisa anda maklumi.

Memang sebagai seorang anak, kita memiliki kewajiban untuk berbakti kepada orangtua terutama ibu kandung yang dengan susah payah mengandung, melahirkan dan membesarkan anak-anaknya dengan kasih sayang. Meskipun terkadang tidak sedikit seorang ibu yang tidak mampu menjaga amanah Allah dengan menelantarkan anak-anaknya dan tidak dapat mendidik anak-anaknya dengan baik misalnya dengan hukuman yang berlebihan dan kekerasan yang meninggalkan trauma.

Karenanya tidak jarang didikan orangtua yang kurang amanah tesebut juga dapat menghasilkan anak yang memiliki ahlak kurang baik. Meski demikian seburuk apapun orangtua mendidik anak, bukan menjadikan alasan seorang anak tidak menghargai dan memperlakukan orangtua dengan buruk.

Saran saya, cobalah kenali lebih jauh pribadi calon suami anda, teliti latar belakang kehidupannya. Carilah informasi sebanyak-banyaknya mengenai sikap dan ahlaknya sehari-hari pada orang-orang yang dekat atau yang pernah dekat dengannya. Hal itu penting agar anda lebih bisa menilai calon suami secara lebih obyektif.

Sebelum anda memutuskan untuk memilihnya untuk dijadikan suami, yang paling utama mintalah pendapat Allah SWT dengan menjalankan shalat Istikharah. Karena hanya Allah lah yang paling mengetahui apa yang terbaik bagi anda. Insya Allah anda bisa menemukan jawaban yang terbaik baik kehidupan anda. Wallahualam Bishawab.

Wassalamulaikum wr. wb.

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Baca Juga

Bagaimana Menegaskan Hati?

Kamis, 05/07/2007 08:41

Isteri yang Pemarah

Rabu, 04/07/2007 08:55

Sudah Pantaskah Saya Menikah

Selasa, 03/07/2007 08:38

Anak yang Sensitif

Senin, 02/07/2007 09:27

Dijodohkan Oleh Tante

Jumat, 29/06/2007 09:51

Nasib Pernikahan Kami

Rabu, 27/06/2007 10:30

Konsultasi Keluarga Lainnya

Trending