Senin, 16 Muharram 1444 H / 15 Agustus 2022

Jenuh Rutinitas

Saya seorang mahasiswa yang bekerja sambil kuliah tetapi akhir-akhir ini saya dihadapi dengan kejenuhan dalam melakukan rutinitas itu-itu aja. seperti berkuliah, bertemu dengan orang-orang yang sama, berkerja pada tempat yang itu-itu aja, main bareng ma temen itu-itu aja, jadi kejenuhan timbul akibat jenuh timbul saya malas melakukan pengembangan diri saya sendiri, baik itu ilmu, experiment, dll. dengan hal seperti itu gimana sich mengatasi nya buk???/

Assalamu’alaikum wr. wb.

    Trimakasih Anda telah mempercayakan permasalahan Anda pada kami, setidaknya sekedar sebagai tempat sharing ide, ya! Rasa malas, jenuh, orang Jawa bilang "aras-arasen", dan dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah "futur" menandakan turunnya motivasi. Pasti ada sebabnya, kadang tanpa disadari, yang disebabkan oleh berbagai macam hal. Andalah yang paling tahu apa sebabnya. Mungkin saja beban kerja yang overload sehingga Anda butuh refreshing, atau Anda tidak punya planning yang jelas tentang apa yang harus dikembangkan. Atau visi yang mulia telah meredup oleh visi-visi sesaat?

    Saudaraku,  coba muhasabah, introspeksi, apa sebenarnya  selama ini yang telah Anda lakukan, sudahkah itu memuaskan? atau kita belum memberi sumbangan apa-apa bagi masyarakat dan kemanusiaan?

    Nah, saran saya, coba menata kembali hidup Anda. jangan takut sibuk, justru kalau tidak sibukpun waktu kita habis untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Itulah realitanya. sibuk bukan alasan, karena justru agenda-agenda masyarakat ini akan terbantu oleh mereka yang sibuk.

    Memang membosankan jika Anda memandang dari segi kulitnya, Anda bertemu dengan orang-orang yang sama, bekerja di tempat yang sama, tapi apakah hikmah-hikmah baru atau pelajaran-pelajaran berharga dalam pengalaman hari ke hari lewat begitu saja? Mungkin di tengah jalan ketika Anda berangkat ke kampus, atau ke tempat kerja, Anda bertemu di jalan yang sempit dengan pengangkut sampah, dalam keringatnya yang bercucuran, tiba-tiba dia tersenyum pada Anda memberi jalan agar Anda lebih dahulu lewat…, bukankah ini pengalaman yang menginspirasi? Aspek spiritualitaslah yang dapat menjawabnya. Mereka yang spiritualitasnya tinggi akan merasakan pekerjaan-pekerjaan seremeh apapun akan memberi makna. Carilah lingkungan baru yang lebih kondusif, di mana ada nuansa saling taushiyah. Di tengah-tengah mereka semoga potensi Anda lebih bermakna.

    Saudaraku, mudah-mudahan Anda akan mendapatkan quantum kesadaran, tentang indahnya kesibukan, dalam ridlo Allah swt. Saya salut pada Anda yang di usia muda, punya tekad kuliah sembari kerja. saya yakin Anda bukan orang yang biasa-biasa saja, jadi jangan sia-siakan anugrah ini. Salam hangat.

Wallahu a’lam

Billahittaufiq wal hidayah

Wassalamu’alaikum wr.wb.

Bu Urba

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Baca Juga

Memilih Antara Suami dan Orang Tua

Senin, 17/11/2008 06:00

Resep Sabar Menghadapi Siswa

Senin, 10/11/2008 13:28

Bimbang Dengan Calon Pendamping

Minggu, 09/11/2008 14:29

Anak atau Mempertahankan Rumah Tangga?

Minggu, 02/11/2008 08:04

Calon Suami Beragama Khatolik

Kamis, 30/10/2008 08:42

Perkawinan dengan Sepupu

Selasa, 28/10/2008 02:24

Konsultasi Keluarga Lainnya

Trending